Maurizio Sarri mengatakan dirinya sama sekali tidak takut seperti pebalap Formula 1 ketika membicarakan rumor mengenai masa depanya di Juventus.
Beredar spekulasi yang menyebutkan bahwa ada peluang bagi Bianconeri untuk memecat Sarri pada akhir musim 2019/20 apabila gagal memimpin klub meraih Scudetto Serie A kesembilan secara beruntun.
Juventus saat ini unggul lima poin atas Inter Milan yang berada di posisi kedua dan kesempatan untuk bisa kembali melebarkan jarak bisa mereka lakukan apabila mengalahkan Lazio di Allianz Stadium, Selasa (21/7) dini hari WIB.
Tren negatif tengah menyelimuti Juventus, setelah belum pernah meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir, memperburuk situasi Sarri selepas dikalahkan oleh bekas timnya, Napoli di final Coppa Italia bulan lalu.
Kendati terancam menghadapi pemecatan, Sarri sama sekali tidak menunjukkan kegusaran ketika mendapat pertanyaan dari awak media mengenai spekulasi masa depannya.
"Saya memiliki kontrak dan saya ingin menghormatinya dengan segala cara," kata eks manajer Chelsea, yang meneken kontrak tiga tahun dengan Juventus pada Juni 2019.
"Bertanya apakah saya khawatir dengan masa depan saya seperti bertanya pada pebalap Formula 1 apakah takut saat melaju kencang. Saya lebih senang apabila dibuat tidak nyaman. Itu bagian dari profesi saya - Jika Anda menang, artinya Anda baik-baik saja, jika kalah, maka Anda melakukan hal buruk. Sepakbola itu sulit, di mana pun Anda berada."
"Di Chelsea ada situasi yang berbeda, saya suka dengan ide pergi ke Inggris, kemudian pada musim panas lalu saya ingin pulang ke Italia, namun masa depan adalah pertandingan melawan Lazio pada Selasa dini hari dan kami harus memikirkan setiap pertandingan. Selebihnya datang sebagai hasil."
Juventus punya rekor buruk saat menghadapi Lazio musim ini, mereka dua kali kalah dengan skor 3-1 pada Desember lalu, yakni di Serie A dan Supercoppa Italiana.


