Maurizio Sarri Juventus 2019-20Getty Images

"Bikin Tersinggung!" - Maurizio Sarri Marah Saat Ditanya Soal Masa Depan Usai Juventus Terdepak Dari Liga Champions

Maurizio Sarri mengatakan semua pembicaraan mengenai masa depannya sebagai pelatih Juventus membuat pihak klub tersinggung setelah timnya terdepak dari Liga Champions oleh Olympique Lyon.

Wajib membalikkan defisit 1-0 dari kekalahan leg pertama babak 16 besar di Prancis pada Februari lalu sebelum jeda pandemi COVID-19, Bianconeri mampu menang 2-1 dalam duel leg kedua, Sabtu (8/8) dini hari WIB di Allianz Stadium, namun tetap tersisih karena gol tandang.

Spekulasi telah berkembang mengenai posisi Sarri yang terancam dipecat meski sukses membawa Juventus memenangkan Scudetti Serie A yang kesembilan secara beruntun bulan lalu - dengan hanya unggul satu poin atas Inter Milan.

Namun, sang juru taktik Italia menunjukkan amarah ketika ditanya mengenai masa depannya di Turin, sembari menegaskan bahwa manajemen Juventus akan membuat keputusan tentang dirinya berdasarkan penilaian musim ini secara menyeluruh.

Sarri juga menambahkan bahwa meski pun dirinya tidak secara langsung tersinggung dengan rumor pemecatan, tapi justru menjadi sebuah penghinaan bagi manajemen klub.

"Saya tidak berpikir jajaran level atas manajemen klub akan membuat keputusan berdasarkan satu pertandingan," kata pelatih 61 tahun itu kepada Sky Sport Italia.

"Mereka akan mengevaluasi berdasarkan satu musim penuh. Saya merasa pertanyaan semacam ini [rumor pemecatan] sangat menyinggung, bukan terhadap saya, melainkan manajemen klub."

"Saya memiliki kontrak, saya akan menghormatinya dan saya tidak mengharapkan apa pun."

Sarri dipecat sebagai manajer Chelsea pada akhir musim lalu kendati sukses mempersembahkan gelar juara Liga Europa dan finis ketiga di klasemen akhir Liga Primer Inggris.

Iklan
0