Maurizio Sarri Juventus Inter ICC 2019Getty Images

Maurizio Sarri: Juventus Harus Atasi 'Fobia Tidak Logis' Di Liga Champions

Maurizio Sarri memperingatkan Juventus agar bisa mengatasi 'fobia tidak logis' di Liga Champions demi bisa lebih berprestasi musim ini.

Juventus kembali memulai kampanye dengan optimisme menjadi juara Eropa musim ini dan akan bertandang ke markas Atletico Madrid, Kamis (19/9) dini hari WIB sebagai laga pembuka Grup D.

Raksasa Italia tersebut telah sukses memenangkan delapan Serie A terakhir secara beruntun, namun belum pernah lagi mengangkat trofi Liga Champions sejak 1996.

Pembelian Cristiano Ronaldo musim lalu, serta merapatnya Matthijs de Ligt, Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot semakin menambah kualitas Bianconeri, yang terus berusaha memutus dahaga prestasi di Liga Champions.

"Kami tidak merasakan tekanan yang ada," ungkap Sarri dalam jumpa pers.

"Kami adalah Juventus, setiap kali kami masuk ke lapangan, targetnya adalah menang, tapi kami juga tahu di sana ada 10-12 tim yang merasakan hal yang sama dan punya kualitas setara dengan kami."

"Untuk saat ini, saya tidak melihat sepakbola Italia sebagai favorit juara Liga Champions, karena selama 20 tahun terakhir kita gagal. Kegagalan disebabkan semua orang, mulai dari para presiden klub hingga jurnalis, semuanya yang berada di lingkungan olahraga."

"Saya pikir kami harus menghadapi kompetisi ini dengan determinasi yang luar biasa, tapi juga dengan pikiran yang tenang. Kami harus kembali menikmati permainan sepakbola kami, tanpa adanya fobia tidak logis."

"Atletico Madrid adalah salah satu tim yang bisa menjadi juara Liga Champions. Sulit bersaing dengan tim-tim dari Liga Primer Inggris, karena mereka punya banyak sekali uang."

"Atletico kehilangan seorang pemain luar biasa dalam diri Antoine Griezmann, tapi membeli yang luar biasa pula yakni Joao Felix. Saul Niguez membuat lompatan besar dan saya menyebutnya sebagai salah satu yang terbaik di Eropa saat ini."

"Atleti punya skuad yang bisa mengalahkan tim mana pun, tapi sayangnya, dalam level ini, yang dibutuhkan adalah kekuatan mental, teknik, taktik dan sedikit keberuntungan," tukas Sarri.

Iklan
0