Chelsea sudah diizinkan melakukan pembelian pemain mulai Januari mendatang setelah banding mereka terkait embargo transfer dikabulkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Maret lalu, The Blues mendapat sanksi larangan berbelanja pemain selama dua jendela transfer (musim panas 2019 dan Januari 2020) oleh FIFA akibat melakukan transfer pemain asing U-18 yang tak berizin.
Embargo transfer tersebut tentu mengekang ambisi Chelsea yang biasa belanja pemain setiap bursa transfer dibuka. Chelsea juga didenda CHF 600 ribu (Rp8,5 miliar). Mereka pun mengajukan banding kepada FIFA, tapi ditolak.
Tak menyerah, Chelsea kemudian berpaling kepada CAS. Pada Jumat (6/12) ini, CAS mengabulkan banding Chelsea tersebut sehingga mereka cukup menjalani setengah hukuman sanksi dari FIFA alias bisa berbelanja lagi pada Januari mendatang.
"Sanksi berikut ini sekarang telah diberikan oleh CAS: Chelsea dilarang melakukan pembelian pemain baru, dari dalam maupun luar negeri, selama satu periode transfer, yang mana sudah dijalankan klub di musim panas 2019," demikian pernyataan resmi dari CAS.
Sanksi denda Chelsea juga berkurang setengah, menjadi CHF 300 ribu. Setelah denda itu dibayar, The Blues pun boleh melakukan aktivitas transfer secara bebas lagi mulai bulan depan.
Di musim 2019/20, performa Chelsea tanpa tambahan tenaga baru sebetulnya cukup memuaskan. Sejumlah pemain muda yang dipromosikan dari tim akademi mampu bersinar di bawah arahan Frank Lampard.
Patut ditunggu seperti apa langkah yang akan ditempuh Lampard pada Januari mendatang setelah embargo transfer ini dicabut.


