Zinedine ZidaneGetty

Sang Juru Selamat Real Madrid Telah Kembali

Laga menentukan bagi Santiago Solari di kandang Real Valladolid terbukti tidak lagi seperti itu. 

Setelah berjaya di kandang Levante dengan skor 2-1 di pekan terakhir Februari, kemenangan seolah enggan menghampiri Real Madrid di tiga duel berikutnya. 

Parahnya, di ketiga laga tersebut Los Blancos telah kehilangan segalanya untuk musim ini. Tamparan paling keras diberikan oleh Barcelona yang menang dua kali beruntun di Santiago Bernabeu. Pertama dengan skor telak 3-0 di leg kedua semi-final Copa del Rey dan diikuti skor 1-0 yang mengukuhkan posisi Blaugrana di puncak klasemen La Liga Spanyol. 

Dari dua kekalahan itu saja sudah bisa dibaca jika Solari akan sulit dimaafkan oleh pubik Bernabeu dan tentunya para petinggi klub yang dikenal tanpa ampun.

Santiago Solari Real Madrid 05032019

Dan malapetaka belum berhenti di sana. Sejarah mencatat El Real sebagai nama besar di kancah Eropa apalagi sebelumnya mereka menguasai sepakbola Benua Biru tersebut selama tiga musim berturut-turut dengan membawa pulang trofi Liga Champions ke ibu kota Spanyol. 

Dengan lawan Ajax Amsterdam di babak 16 besar Liga Champions ditambah keunggulan agregat 2-1, Los Merengues diunggulkan untuk lolos ke babak perempat-final. Bahkan seorang Clarence Seedorf, gelandang legendaris Belanda, menegaskan, "Anda harus berpikir bahwa Real Madrid selalu mampu menembus final dan jadi juara. Siapa yang akan mengatakan mereka bakal menang tiga kali beruntun? Mustahil, bahkan tidak untuk dua kali berturut-turut tetapi mereka melakukannya."

Namun apa yang terjadi kemudian, episode memalukan lainnya menghampiri Real Madrid karena tumbang dengan skor telak 4-1 di Bernabeu. Sang juara bertahan tersingkir!

Rumor kemudian beredar, kursi Solari yang sudah goyang semakin goyah dan bakal dipecat dalam waktu dekat namun di waktu bersamaan gosip lainnya menyebutkan duel di kandang Valladolid akan menjadi penentu masa depannya.

Kita semua tentu tahu apa yang terjadi kemudian. Madrid menang telak 4-1 namun Solari yang sebelumnya bersikeras tidak mau menanggalkan jabatannya sebagai pelatih, tetap ditendang Florentino Perez.

Ya, setelah kehilangan segalanya sang presiden memutuskan untuk membawa pulang sosok yang telah menghadirkan segalanya ke Bernabeu. Satu nama, legendaris, yaitu Zinedine Zidane. 

Kartun - Kembalinya Zinedine ZidaneGoal

"Saya cinta klub ini. Untuk kembali menang tim ini butuh perubahan," buka sang legenda singkat setelah memastikan diri bakal beredar lagi di Bernabeu. 

Dari komentar tersebut bisa kita mengambil sebuah isyarat kuat jika Zidane bakal memiliki kekuatan penuh mengurus skuat utama tanpa intervensi dari pihak manapun termasuk soal siapa yang akan dijual dan bintang mana yang bakal diboyong ke Bernabeu. Ini modal nomor satu Zidane untuk mengembalikan lagi kejayaan Madrid.

Untuk melihat dampak instan seperti yang diperlihatkan Ole Gunnar Solskjaer yang sukses membangkitkan Manchester United dari tidurnya mungkin jadi sebuah ekspektasi yang terlalu tinggi tetapi Zidane baru meninggalkan Real Madrid kurang dari satu tahun. Dia masih mengenal betul kekuatan skuat sekarang dan hanya membutuhkan sedikit sentuhan perubahan saja di bursa transfer musim panas mendatang. 

Meski demikian, tidak peduli bagaimana piawainya Zidane menangani dan mengenal tim, dia pasti membutuhkan waktu dan tidak ada pilihan lain bagi manajemen klub kecuali Solari dikorbankan secepat mungkin. 

Para petinggi klub menyadari, kerusakan pada tim sudah sedemikian parah namun mereka juga tahu persis kedatangan Zidane akan memunculkan gairah baru, semangat tinggi dan kepercayaan diri menatap masa depan dan paling penting adalah stabilitas.

Ya, itu krusial. Stabilitas tim.

Sergio Ramos, Real Madrid - Ajax, 03052019PROSHOTS

Rumor keretakan antara manajemen tim dan para pemain langsung muncul setelah Madrid disingkirkan Ajax. Saat itu Perez dikabarkan memasuki kamar ganti untuk meluapkan amarah. Sergio Ramos tidak tinggal diam, dia angkat bicara membela rekan-rekannya.

Mendapat perlawanan dari Ramos, sang presiden mengancam bakal menjual sang kapten yang kemudian dijawab ringan. "Bayar sekarang dan saya akan pergi," seperti yang dikutip dari the Guardian.

Hubungan manajemen dan pemain retak dan ini adalah petaka di tengah-tengah krisis. Madrid butuh solusi dan tidak ada sosok lain yang bisa menyelesaikan permasalahan antara orang-orang dengan ego tinggi kecuali oleh orang yang pernah menghadirkan kesuksesan dan begitu dihormati di Bernabeu

Kita dihadapkan lagi pada satu nama... Zidane! Dan sang juru selamat telah kembali.

GFX Zinedine Zidane & TrofiGoal

Zidane memang tidak muncul begitu saja di manajemen Real Madrid yang berkaca pada keberhasilan Barcelona bersama Pep Guardiola. 

Memiliki legenda lapangan hijau yang juga sukses di sisi lapangan begitu menggoda El Real hingga Zidane secara khusus disiapkan dengan matang mulai dari peran asisten manajer, manajer Castilla hingga membesut tim utama. 

Keputusan itu pada akhirnya terbayar lunas. Zidane dengan kharismanya berhasil memimpin kamar ganti di Bernabeu tanpa kegaduhan berarti.

Dari total 149 pertandingan di semua kompetisi, 105 di antaranya berhasil dimenangkan dengan hanya 16 kekalahan hingga berbuah gelar La Liga, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub dan yang paling fenomenal tentunya tiga trofi beruntun Liga Champions.

Periode 878 hari Zidane di Santiago Bernabeu bergelimang pesta kemenangan dan setelah menjalani periode kelam pada musim ini, Real Madrid sekarang boleh berharap untuk menikmati lagi sederet kegembiraan di masa depan.

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1.Real Madrid Siapkan Tawaran €350 Juta Untuk Neymar
2.Publik Camp Nou Cemooh Philippe Coutinho
3.Mbappe Tidak Bisa Tidur Gara-Gara Man United
4.Guardiola Bantah Capai Kesepakatan Dengan Juventus
5.Buffon, Handanovic, Dan Kiper Dengan 100 Clean Sheet
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer Banner La LigaGetty, Goal
Iklan
0