FBL-WC-2026-MATCH86-ARG-CPVAFP

Diterjemahkan oleh

Sang arsitek pencapaian Tanjung Verde mendarat di Maroko

Klub Renaissance Berkane mencapai kesepakatan final dengan pelatih Portugal Pedro Leitao Brito, yang dikenal dengan julukan "Bubista", untuk menangani kepemimpinan teknis tim pada periode mendatang. Langkah ini mencerminkan ambisi klub untuk melanjutkan persaingan meraih gelar-gelar domestik dan kontinental, setelah berhasil menggaet salah satu pelatih paling menonjol yang bersinar di sepak bola Afrika dalam beberapa tahun terakhir.

Bubista memutuskan mengakhiri perjalanannya bersama timnas Tanjung Verde, setelah enam tahun ia habiskan sebagai kepala staf teknis "Hiu Biru", di mana selama itu ia meraih sejumlah pencapaian bersejarah yang menjadikannya salah satu pelatih paling menonjol di benua Afrika.

Pelatih Portugal itu membawa timnas Tanjung Verde lolos untuk pertama kalinya dalam sejarah ke putaran final Piala Dunia, sekaligus berhasil mencapai babak 32 besar turnamen dunia tersebut, di samping membawa timnas ke perempat final Piala Afrika 2024, dalam salah satu periode terbaik yang dilalui timnas di tingkat kontinental maupun internasional.

Situs "Sport7" Maroko menyebutkan bahwa Bubista akan menandatangani kontrak berdurasi dua musim dengan Renaissance Berkane, sembari menjelaskan bahwa pelatih Portugal itu ingin melanjutkan pekerjaannya bersama timnas Tanjung Verde, namun manajemen klub Berkane mensyaratkan pengabdian penuhnya untuk tugas barunya, dan menolak gagasan menggabungkan kepelatihan klub dan timnas.

Sumber tersebut menambahkan bahwa syarat ini mendorong Bubista untuk mengakhiri perjalanannya bersama timnas Tanjung Verde, guna memulai pengalaman kepelatihan pertamanya bersama sebuah klub, di luar timnas yang telah lama mengikatnya selama bertahun-tahun.

Reputasi kontinental yang dibangun oleh keberhasilan

Pilihan Renaissance Berkane terhadap pelatih Portugal itu datang setelah keberhasilan mencolok yang ia raih bersama timnas Tanjung Verde, di mana ia menempatkan dirinya sebagai salah satu pelatih paling menonjol di benua Afrika, berkat gayanya yang berlandaskan disiplin taktis, organisasi pertahanan yang rapi, dan efektivitas tinggi dalam memanfaatkan peluang.

Ia juga berhasil membangun timnas yang mampu bersaing dengan raksasa-raksasa benua, hal yang membuatnya memiliki reputasi istimewa dan menjadi incaran sejumlah klub, sebelum akhirnya Renaissance Berkane berhasil merampungkan kesepakatan dengannya.

Bubista akan menjalani pengalaman yang benar-benar berbeda dari perjalanan kariernya sebelumnya, karena ia akan berpindah dari melatih timnas ke pekerjaan sehari-hari bersama klub, hal yang menghadirkan tantangan-tantangan baru baginya, yaitu mengelola grup secara terus-menerus, menghadapi tekanan pertandingan yang beruntun, serta bersaing di lebih dari satu turnamen domestik dan kontinental sepanjang musim.

Pelatih Portugal itu dituntut untuk mempertahankan identitas kompetitif yang telah dikenal melekat pada Renaissance Berkane dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus bekerja pada saat yang sama untuk mengembangkan gaya bermain tim sesuai dengan filosofi teknisnya, tanpa mengganggu unsur-unsur stabilitas yang menjadi ciri khas "Ksatria Timur".

Bubista memiliki banyak modal yang mungkin membantunya berhasil dalam tugas barunya, terutama pengalaman panjangnya di sepak bola Afrika, dan kemampuannya membangun sistem pertahanan yang kuat, di samping kepribadiannya yang tenang dalam menangani para pemain. Faktor-faktor inilah yang diharapkan Renaissance Berkane akan berdampak positif pada hasil tim pada periode mendatang.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google