Bos Manchester City, Pep Guardiola menegaskan dirinya tidak menyesal kehilangan Jadon Sancho, yang meninggalkan klubnya pada 2017 untuk bergabung dengan Borussia Dortmund.
Sancho pindah ke City pada Maret 2015, saat berusia 14 tahun dan dengan cepat dinilai sebagai bintang masa depan Inggris.
Namun, karena kekhawatiran akan kurangnya mendapat menit bermain di tim utama The Citizens, Sancho dijual seharga £8 juta dan kini telah menjelma sebagai salah satu pemain top di Bundesliga.
"Sudah saya katakan berulang kali, itu bukan penyesalan. Ia yang memutuskan [pindah]. Ia bermain dengan sangat baik di sana," kata Guardiola setelah City dipastikan bertemu Dortmund di perempatf-final Liga Champions musim ini.
"Selamat, ia pemain yang luar biasa. Ia pemain tim nasional dengan kualitas luar biasa, bermain sangat baik di Dortmund."
"Kami menginginkannya agar bertahan namun ia memutuskan pergi, dan ketika para pemain memutuskan untuk pergi, yang bisa kami lakukan adalah membiarkan mereka pergi."
"Saya mendoakan yang terbaik untuknya, kecuali saat ia bermain melawan kami. Sama sekali tidak ada penyesalan. Jika ia bahagia, saya pun bahagia."
Ketika ditanya apa yang bisa terjadi apabila Sancho bertahan, Guardiola mengatakan: "Tidak ada yang tahu. Mungkin ia bertahan dan kami tidak bermain lebih bagus atau lebih baik. Kehidupan setiap orang menentukan hidup seperti apa yang mereka jalani."
Sancho, yang akan genap berusia 21 tahun pekan depan, telah tiga musim beruntun bermain dan mencetak dua digit gol serta assist untuk Dortmund.
Performa menawan itu membuatnya menjadi pemain internasional Inggris di level senior dan terus dikaitkan dengan rumor pulang ke Liga Primer Inggris.
Rival City, Manchester United berusaha keras untuk merekrut Sancho pada musim panas kemarin namun mendapat penolakan dari Dortmund karena mereka tidak mau melepas sang pemain di bawah banderol €120 juta.




