Alexis Sanchez mengaku ingin meninggalkan Manchester United dan kembali ke Arsenal setelah menjalani sesi latihan pertamanya bersama skuad Setan Merah.
Mantan penyerang Barcelona itu meninggalkan Emirates Stadium ke Old Trafford pada Januari 2018, namun kesulitan menemukan bentuk terbaiknya selama dua musim berkostum United sebelum kemudian dipinjamkan ke Inter Milan musim lalu.
Di Serie A, sepanjang musim 2019/20, Sanchez sekilas menunjukkan performa impresif hingga kemudian pindah secara permanen ke Inter pada Agustus kemarin.
Mengenang waktunya di Manchester melalui video yang diunggahnya di Instagram, sang pemain 31 menyatakan bahwa dirinya tidak menikmati sehari-harinya bersama United dan mengecam kurangnya kekompakan yang dimiliki skuadnya kala itu.
"Setelah menjalani sesi latihan pertama saya menyadari banyak hal, saya pulang ke rumah dan bertanya kepada keluarga serta manajer apakah saya tidak bisa memutuskan kontrak dan kembali ke Arsenal, ada sesuatu yang tidak cocok dengan diri saya, tapi saya sudah terlanjur menandatangani kontrak," ungkap Sanchez.
"Bulan-bulan berlalu dan saya terus merasakan hal yang sama. Kami tidak kompak sebagai tim pada saat itu."
"Para jurnalis juga berbicara tentang saya tanpa mengetahui hal tersebut dan itu menyakitkan. Para mantan pemain juga berbicara dan tidka tahu apa yang terjadi di dalam klub. Dan mereka menyakiti saya."
"Seorang pemain juga bergantung pada lingkungan internal klub, bahwa kami perlu menjadi sebuah keluarga. Kami tidak seperti itu, dan itu tercermin di lapangan. Jika mencari seseorang untuk disalahkan, mereka menyalahkan saya."
"Saya melakukan kritik pada diri sendiri dan seharusnya bermain lebih baik. Tapi saya selalu disalahkan, bahkan jika saya hanya bermain selama beberapa menit."
Sanchez pada akhirnya membuat 45 penampilan bersama United, dengan hanya mencetak lima gol dan sembilan assist - statistik yang jauh berbeda dari total 80 gol yang dikemasnya dalam 166 penampilan bersama Arsenal.
Manajer United, Ole Gunnar Solskjaer belakangan mengakui bahwa Sanchez gagal menunjukkan performa optimal selama menjadi bagian dari skuadnya.
"Kami mendoakan yang terbaik untuknya dan ia merupakan pemain top yang kami ingin agar memainkan sepakbola terbaiknya," kata Solskjaer.
"Entah mengapa kami tidak melihat yang terbaik darinya di sini, tapi ia adalah profesional top dan kami mendoakan yang terbaik untuknya."




