Samuel Eto'o & Vincent Aboubakar of CameroonGetty Images

Eto'o: Kamerun Bisa Juara Piala Dunia 2022, Asal Contoh Inter Milan

Samuel Eto’o menyarankan timnas Kamerun untuk mengambil inspirasi dari Inter Milan kala meraih trigelar pada musim 2009/10.

Eto’o menjadi bagian Inter yang ketika itu dilatih Jose Mourinho. Nerazzurri sukses memenangkan Scudetto kelima beruntun, Coppa Italia, dan Liga Champions untuk kali pertama dalam 45 tahun.

Sepasang gol Diego Milito sudah cukup untuk mengalahkan Bayern Munich di final. Eto'o menyumbangkan assist untuk gol kedua bomber asal Argentina itu yang sekaligus menyegel kemenangan.

Inter menyingkirkan Chelsea dan Barcelona dalam perjalanan menembus partai puncak. Eto'o–yang kini menjabat sebagai presiden Federasi Sepak Bola Kamerun–dengan optimistis meyakini bahwa negaranya dapat mencontoh Nerazzurri di Qatar 2022.

“Saya tidak mengerti mengapa kami tidak bisa menjuarainya [Piala Dunia 2022],” ucap Eto’o kepada wartawan di Milan, saat kembali untuk laga amal di San Siro pada 23 Mei nanti, yang juga akan melibatkan pemain-pemain seperti Francesco Totti dan Lionel Messi.

"Saya yakin bahwa untuk memenangkan Piala Dunia Anda tidak perlu menjadi monster atau alien. Anda membutuhkan persiapan yang baik, mentalitas yang kuat, dan sedikit kegilaan.”

"Saya memang hanya memenangkan sedikit trofi dalam karier saya, tapi untuk itu saya memberikan segalanya.”

“Saya selalu menyebut Inter sebagai contoh: tidak ada seorang pun pada awal musim 2009/10 yang mengira kami bisa menjuarai UCL dan sebaliknya Mourinho melakukan sesuatu yang gila dengan sekelompok pria dan pejuang.”

"Saya juga ingin sesuatu yang seperti itu dilakukan Kamerun,” pungkasnya.

Penampilan terbaik Kamerun di Piala Dunia adalah pada edisi 1990 di Italia kala skuad Indomitable Lions mencapai perempat-final, tapi mereka gagal lolos dari fase grup dalam enam partisipasi lainnya, bahkan gagal meraih poin di Afrika Selatan 2010 dan Brasil 2014.

Setelah gagal melaju ke Rusia 2018, di Qatar 2022 Kamerun tergabung di Grup G bersama Brasil, Serbia, dan Swiss.

Iklan