LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Ujung tombak Barito Putra Samsul Arif menilai belum kuatnya mental striker muda lokal turut memberikan pengaruh terhadap timnas Indonesia yang belakangan kesulitan mendapatkan penyerang bagus.
Samsul mengatakan, banyak pemain muda yang sudah menyerah saat mengetahui klubnya memiliki pemain asing. Menurut Samsul, pelatih sebenarnya tidak pernah menutup mata jika striker itu memiliki kemampuan bagus.
Kendati demikian, Samsul mengakui pelatih di klub memiliki pertimbangan tersendiri dengan memakai jasa legiun asing, sehingga kerap membuat pemain lokal memanaskan bangku cadangan.
“Sebenarnya pemain muda yang bagus tidak bisa maksimal saat di tim senior hanya soal mental. Saya tahu banyak pemain muda yang memiliki potensi menjadi striker bagus, tetapi kemudian dia tidak dipakai di level Liga 1,” ucap Samsul.
“Jadi bermain dengan persaingan ketat butuh mental, dan daya juang yang tinggi. Mereka harus bisa bersaing dengan pemain asing. Kalau kita mau berusaha di latihan dengan kerja 100 persen, saya yakin pelatih tidak akan tutup mata. Itu sudah saya buktikan di karir sepakbola saya.”
Samsul menambahkan, untuk saat ini ia belum terpikirkan kembali memperkuat timnas, walau pelatih Luis Milla mulai mencari alternatif. Menurutnya, Milla pun mempunyai pertimbangaan tersendiri mengenai kriteria striker yang diinginkannya.
“Masalah kami beberapa tahun terakhir di timnas adalah soal striker, karena di liga juga jarang menggunakan striker lokal. Tentu ada pertimbangan dari pelatih memakai striker asing,” kata Samsul.
“Misalnya ada pemain punya kualitas, tentu pasti ada di sana [timnas]. Begitupun saya, kalau ada kualitas ya tentu saya akan bermain di timnas lagi. Saya pikir coach Luis Milla punya pertimbangan, dia kan sering mencoba pemain naturalisasi, mungkin itu cocok dengan strategi pelatih.” (gk-48)


