Penyerang Paris Saint-Germain Neymar menyuarakan rasa frustrasinya setelah menderita cedera yang membuatnya gagal bermain melawan mantan klubnya, Barcelona, di partai Liga Champions pekan depan.
PSG dijadwalkan melakoni leg pertama 16 besar Liga Champions versus Barcelona di Camp Nou, Selasa (16/2) besok. Namun, Les Parisiens bakal bertanding tanpa Neymar, yang dikonfirmasi mengalami cedera adduktor dan harus menepi selama empat pekan.
Menilik durasinya, penyerang Brasil juga berpotensi menepi dalam leg kedua di Parc des Princes pada 10 Maret mendatang. Cedera ini didapat dalam partai Coupe de France kontra Caen pada Rabu (10/2) lalu.
Melalui akunnya di Instagram, Neymar mengaku kecewa berat karena harus melewatkan duel penting tersebut, sekaligus ia juga mengecam sejumlah pihak yang menuduhnya cengeng dan suka diving.
"Kesedihan ini sungguh hebat, sakitnya luar biasa, dan ada tangisan yang terus menerus," tulis Neymar.
“Sekali lagi, saya akan berhenti sejenak melakukan hal yang paling saya sukai dalam hidup, yaitu bermain sepakbola. Terkadang saya merasa tidak nyaman, hanya karena gaya permainan dan dribel saya, lawan-lawan ingin terus menjatuhkan saya."
"Saya tidak tahu apakah karena saya yang salah atau karena apa yang saya lakukan di lapangan. Sangat menyedihkan mendengar pemain, pelatih, komentator, atau siapa pun itu, yang berkata 'Anda benar-benar harus menjegalnya', 'dia mudah jatuh', 'dia cengeng', 'seperti anak kecil', 'manja', dan lainnya."
"Sejujurnya itu membuat saya sedih dan saya bahkan tidak tahu apakah saya bisa tahan dengan semua ini. Saya hanya ingin bahagia bermain sepak bola. Tidak ada yang lain."
Ini ketiga kalinya dalam kariernya di PSG, Neymar harus melewatkan fase gugur Liga Champions karena cedera.
Di musim 2017/18, musim pertamanya di Paris sejak pindah dari Barcelona dengan rekor transfer, Neymar mengalami cedera retak metatarsal. Tanpa Neymar, PSG tersungkur di babak 16 besar oleh Real Madrid.
Di musim berikutnya, lagi-lagi cedera menghalanginya bermain seiring tersingkirnya PSG di tangan Manchester United di babak yang sama.
Musim 2019/20 jadi pengecualian. Neymar mwnginspirasi Les Parisiens untuk melaju ke final Liga Champions, meski harus puas menjadi runner-up.




