Saint-EtienneGetty

Saint-Etienne Degradasi Ke Ligue 2, Fans Tidak Terima & Ngamuk

Saint-Etienne mendapat serangan kekerasan di lapangan menyusul kekalahan mereka di play-off degradasi Ligue 1 lawan Auxerre di Stade Geoffroy-Guichard, Senin (30/5) dini hari WIB, dengan klub harus turun ke kasta kedua sepakbola Prancis untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade.

Di pertandingan leg kedua itu, Les Verts dipaksa bangkit untuk menyamakan kedudukan melalui Mahdi Camara setelah Hamza Sakhi mencetak gol pembuka.

Dengan leg pertama juga sama kuat 1-1, maka duel dilanjutkan babak tambahan waktu. Karena tidak ada tambahan gol lagi, penentuan dilakukan dengan adu penalti.

Ryad Boudebouz gagal sebagai eksekutor yang pertama, dan pemandangan dengan cepat berubah menjadi buruk setelah kapten Auxerre Birama Toure mencetak gol penentu dari titik penalti. Para fans membanjiri lapangan dan melontarkan suar.

Apa yang terjadi di Stade Geoffroy-Guichard?

Setelah pertandingan yang membuat para fans semakin gelisah di tribun, eksekusi Toure memicu invasi massal dari pendukung tuan rumah ke lapangan.

Flare dilemparkan dan para pemain dilaporkan terpaksa dievakuasi di tengah ketakutan dan kekhawatiran akan keselamatan mereka, demikian laporan dari RMC Sport.

Polisi anti huru hara kemudian dihadirkan untuk membubarkan kerumunan, dengan pemadam kebakaran juga dipanggil setelah para fans berusaha membakar kursi di tribun.

Apa pernyataan klub tentang masalah ini?

ASSE merilis pernyataan sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian kacau setelah akhir pertandingan, dan mereka akan segera mengumumkan penunjukan pengurus yang baru.

"Kegagalan ini harus diterima," demikian pernyataan resmi pemilik klub, Bernard Caiazzo dan Roland Romeyer.

"Sebagai pemegang saham utama, kami bertanggung jawab penuh atas hal ini. Dalam waktu dekat, kami akan mengumumkan berita penting mengenai masa depan klub dan kami."

Iklan
0