Piala Afrika 2019: Saido Berahino & Kesempatan Kedua Bersama Burundi

Komentar()
Getty / Goal
Sempat menjadi penyerang potensial di Liga Primer Inggris, kini Berahino tengah membangun ulang reputasinya bersama Burundi.

OLEH  M. RHEZA PRADITA

Burundi menjalani laga debut mereka di Piala Afrika 2019 ketika menghadapi Nigeria, Minggu (23/6) dini hari WIB. Untuk bisa banyak berbicara di Mesir, Les Hirondelles akan bergantung kepada satu pemain yang sempat digadang-gadang sebagai bakat muda terbaik di Liga Primer Inggris.

Saido Berahino lahir di Bujumbura 26 tahun yang lalu. Ia pindah ke Inggris di usia 10 tahun bersama ibunya untuk melarikan diri dari perang saudara yang berkecamuk di Burundi. Tidak bisa berkomunikasi dengan baik, dia mengekspresikan dirinya lewat sepakbola, dan dengan cepat memiliki tempat di akademi West Bromwich Albion.

Bakat alami membuatnya menjadi bintang potensial, dan dia mewakili tim junior Inggris di setiap tingkatan dari U-16 hingga U-21. Berahino bahkan sempat mengatakan bahwa dia tidak akan pernah membela Burundi, karena negara tersebut telah menorehkan banyak luka pada dirinya, dan trauma tersebut dapat dimengerti.

Namun, kekhawatiran mulai tumbuh terhadap tingkah laku Berahino. Dia sempat berselisih dengan manajemen ketika dipinjamkan ke Brentford, dan sempat dibekukan dari tim ketika memaksa untuk pindah dari West Brom. Setelah itu, kariernya tampak membentur batu.

Berahino sempat menjalani 913 hari tanpa gol. Ketika reputasinya sudah buruk, dia malah gagal lulus tes narkoba dalam pemeriksaan jelang kepindahannya ke Stoke City pada Januari 2017. Pada April 2018, dia dikirim ke tim U-23 Stoke oleh mantan manajer Paul Lambert, dan impiannya untuk membela The Three Lions akhirnya pupus.

Saido Berahino West Brom 01082016

Di tengah periode kelam ini, Berahino melihat satu harapan: membela Burundi. Meski sempat masuk timnas senior Inggris pada 2014, pemain 25 tahun itu sama sekali tidak bermain, dan pada Agustus 2018 akhirnya FIFA mengizinkan Berahino untuk membela tanah kelahirannya.

Pada bulan yang sama, Berahino mengakhiri masa paceklik gol selama lebih dari dua tahun. Sebulan setelahnya, dia juga mencetak gol pada debut internasional ketika Burundi menahan imbang Gabon 1-1 pada laga kualifikasi Piala Afrika 2019. Burundi akhirnya mampu lolos ke Mesir, ketika kembali menahan imbang Gabon pada Maret lalu.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Berahino akhirnya menemukan rumah yang dia cari sejak mendarat di Inggris 15 tahun lalu. Rumah bukan hanya soal di mana hati berada, tetapi juga tentang bagaimana seseorang diterima dan dihargai. Dia bahkan mengemban tugas sebagai kapten, dan pelatih Olivier Niyungeko memujinya karena bisa memberi banyak motivasi kepada pemain lain.

Saat melawan Nigeria, dia akan menjadi bagian dari sejarah negaranya sekali lagi, dan dia juga akan mendapatkan kesempatan membuktikan diri sekali lagi.

 

Tutup