LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Untuk pertama kalinya Sadney Urikhob turun sebagai striker saat bersua Perseru Serui di Stadion Teladan, Medan, Jumat (20/4) lalu. Striker asal Namibia itu pun langsung memberi bukti dengan satu gol kemenangan.
Gol itu menambah motivasi Urikhob. Apalagi belakangan dirinya terus disorot karena dianggap belum menunjukkan performa optimal. "Anda tahu seorang striker tentu akan percaya diri jika mencetak gol," kata Urikhob, kepada Goal Indonesia.
Urikhob memang lebih sering ditempatkan pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman, di belakang striker ataupun sebagai penyerang sayap. Namun dengan pulihnya Wilfried Yessoh yang biasanya dipasang sebagai ujung tombak, posisi Urikhob sebagai striker utama bisa kembali tergeser.
Eks pemain klub Thailand, Bec Tero Sasana, ini mengakui jika dirinya lebih nyaman bermain di posisi aslinya sebagai striker. Namun tetap siap diturunkan di posisi lain.
"Saya seorang striker. Terkadang saya juga bermain di sayap. Tapi jika memang pelatih meminta saya bermain di belakang striker, saya akan coba memberikan yang terbaik. Tapi saya seorang striker dan juga sayap," beber pemain berusia 26 tahun ini.
Di samping itu, mantan pemain Bec Tero Sasana tersebut juga menampik jika dirinya termotivasi mencetak gol, karena ketika itu anaknya sedang berulang tahun. Namun dirinya selalu bersemangat ketika diturunkan.
"Saya tidak perlu diundang untuk termotivasi. Jadi di manapun saya main saya selalu siap. Itu kenapa saya datang ke sini. Jadi ketika saya di lapangan saya selalu termotivasi. Jadi itu hanya bonus untuk anak saya,” bebernya.
Sementara itu, terkait laga melawan Persela Lamongan, Urikhob mengaku buta kekuatan lawan. Termasuk keberadaan eks striker Paris Saint-Germain, Loris Arnaud. "Saya tidak tahu mereka dan saya tidak tahu soal dia," pungkasnya.(gk-71)

