Sadio Mane mengungkapkan dia sudah menyepakati kontrak dengan Manchester United sebelum akhirnya berubah pikiran pada 2016. Dia 'memaafkan' Jurgen Klopp karena sebelumnya tak jadi merekrutnya ketika masih menangani Borussia Dortmund, dan akhirnya hijrah ke Liverpool.
Penyerang timnas Senegal itu menjadi aset panas usai membuktikan kebolehannya di Liga Primer Inggris di Southampton.
Manchester United mengira mereka memenangkan persaingan mendapatkan tanda tangan Mane di musim pertama Jose Mourinho sebagai manajer, tetapi Klopp sukses meyakinkan sang pemain bahwa Anfield adalah pilihan yang lebih tepat.
Apakah Mane hampir ke Manchester United?
Mane, yang kontraknya bersama Liverpool habis tahun depan, bercerita kepada The Telegraph betapa dia hampir bergabung dengan rival bebuyutan mereka: "Saya harus bilang, saya hampir banget bergabung dengan Manchester United. Sudah ada kontraknya."
"Sudah saya sepakati, semuanya sudah siap. Tetapi, alih-alih, saya membatin, "Tidak, saya mau ke Liverpool'. Saya diyakinkan sama proyek Klopp. Saya masih ingat pertama kali ditelepon Klopp."
"Saya sedang menonton TV. Film laga - karena saya cinta film - dan dia berkata, 'Sadio, dengar, saya mau menjelaskan pada Anda apa yang terjadi di Dortmund'. Dia membicarakan soal ketika dia mau membeli saya di Dortmund, tetapi entah kenapa gagal terwujud."
"Dia mencoba menjelaskan dan saya bilang, 'Tidak masalah, biasa terjadi'. Saya memaafkannya. Lalu dia bilang, 'sekarang saya menginginkan Anda di Liverpool'. Saya bilang, 'Oke, Dortmund sudah masa lalu, mari fokus ke masa depan'."
"Dia bilang, 'Kami punya proyek besar di Liverpool dan saya mau Anda menjadi bagian darinya'. Lalu dia bertanya posisi apa yang saya inginkan, karena dia melihat di Southampton saya bermain di kanan, padahal dulu saya bermain di kiri."
"Saya bilang saya lebih suka bermain di kiri, dan dia membalas, 'tapi ada Coutinho di kiri!' Jadi saya balas, tidak apa-apa, saya bakal bermain di kanan. Saya bisa melihat diri saya di semua posisi."
Apakah Mane mengambil keputusan tepat?
Mourinho memang memenangi Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa di musim pertamanya melatih Man United, tetapi sejak lima tahun terakhir The Red Devils belum memenangkan apa-apa lagi.
Di sisi lain, Liverpool mendapatkan reputasi sebagai tim paling mengerikan di kancah sepakbola, dengan Mane berkontribusi secara signifikan untuk era kebangkitan The Reds.
Dia telah menorehkan lebih dari 100 gol buat Liverpool, dan membantu mereka menjuarai Liga Champions, Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Piala Liga.
Klopp juga memenangkan Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub, dan kini tengah memburu trofi Piala Eropa (kini Liga Champions) ketujuh besok Minggu (29/5) saat Mane cs menghadapi Real Madrid di final UCL yang digelar di Stade de France.
