Winger Indonesia Saddil Ramdani ingin meraih kesuksesan bersama pelatih anyar Sabah FC, Ong Kim Swee, dan membantu The Rhinos mendapatkan hasil lebih bagus di Liga Malaysia (M-League) 2022.
Manajemen Sabah mendatangkan Kim Swee pada akhir tahun lalu dengan harapan bisa mengangkat prestasi tim. Pada musim 2021, Sabah menduduki peringkat sembilan klasemen akhir, atau dua strip di atas zona degradasi.
Saddil, yang sempat diinginkan klub Serbia FK Novi Pazar, telah bergabung dengan Sabah, dan sudah mengikuti latihan bersama tim sejak kemarin. Namun Saddil terlebih dulu menjalani latihan penguatan setelah pulih dari cedera.
Saddil mendapatkan cedera pangkal paha pada September 2021 di Piala Malaysia. Akibat cederanya tersebut, pemain berusia 23 tahun ini harus beristirahat selama tiga bulan.
“Selama beberapa minggu ini, saya penguatan dulu bersama dokter, fisioterapis, dan arahan pelatih. Semoga saya di awal liga nanti jauh lebih fit, dan bisa memberikan yang terbaik buat tim Sabah,” ujar Saddil melalui akun Facebook resmi klub.
“Saya mengucapkan syukur bisa kembali ke lapangan, ingin berbuat yang terbaik lagi untuk diri saya sendiri dan tim. Harapannya semoga tidak mengecewakan masyarakat kota Kinabalu, dan kami berjaya dengan adanya coach Ong.”
Saddil mengatakan, dirinya saat ini dalam kondisi bagus. Berkumpul dengan keluarga selama memulihkan cedera membuat Saddil menjadi lebih segar. Mantan penggawa timnas Indonesia itu pun siap memenuhi target manajemen Sabah.
“[Kondisi saya] Sangat fresh, terutama [setelah] bertemu keluarga, ibu, dan tahun baru di sana (kampung halaman) juga. Pastinya tidak sabar untuk merumput kembali,” ucap Saddil.
“Target saya adalah berusaha mencapai target yang diberikan manajemen, pelatih, dan diri saya sendiri. Saya akan berbuat semaksimal mungkin ke depannya.”
Sejak didatangkan Sabah pada musim lalu, Saddil tampil di 18 pertandingan M-League, dan melesakkan tiga gol. Performa bagus Saddil membuat manajemen Sabah mengganjarnya dengan perpanjangan kontrak.
Menyambut musim 2022, Saddil sempat diminati Novi Pazar, tapi ditolak manajemen, karena tidak mudah mencari pemain ASEAN berkualitas bagus dalam waktu relatif singkat. Selain itu, penolakan Sabah juga disebabkan klub Serbia tersebut menginginkan Saddil secara gratisan.


