Tampaknya Bayern Munich memutuskan untuk menangani penurunan performa pemain Kolombia, Luis Diaz, dengan cara khusus, setelah sang pemain absen memberikan kontribusi gol dalam malam kemenangan telak 7-0 atas Union Berlin, di saat hampir seluruh rekannya di lini serang tampil gemilang.
Di saat ruang ganti tim Bavaria itu dipenuhi euforia, Diaz justru mendapati dirinya jauh dari sorotan, menanti kembalinya naluri mencetak gol yang menghilang dalam beberapa pertandingan terakhir.
Bayern Munich menikmati suasana penuh perayaan di dalam ruang ganti usai kemenangan besar atas Union Berlin, setelah tim mencetak tujuh gol dalam pertandingan yang diwarnai banyak momen membahagiakan.
Harry Kane, salah satu pemain terakhir yang meninggalkan ruang ganti, mengatakan bahwa sang pelatih meminta para pemain untuk menyampaikan beberapa patah kata sebagai bentuk perayaan atas kemenangan tersebut, sembari menyebut bahwa Michael Olise mencetak hat-trick pertamanya bersama tim, sementara Ismail Jakobs mencetak gol pertamanya dengan kostum Bayern, dan Kane merayakan gol ke-100-nya, di samping kembalinya Serge Gnabry setelah pulih dari cedera.
Namun di tengah semua perayaan itu, Luis Diaz menjadi satu-satunya pengecualian, setelah kembali gagal mencetak gol.
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Diaz mencari jalan keluar
Gol terakhir Diaz bersama Bayern tercatat pada pekan pembuka Bundesliga melawan Stuttgart, ketika ia mencetak gol kelimanya dalam pertandingan tersebut, tetapi sejak saat itu ia gagal mencetak gol dalam laga-laga berikutnya.
Kesulitan sang pemain tak berhenti pada absennya gol, karena ia menyia-nyiakan beberapa peluang berbahaya melawan Schalke, Osnabruck, dan Bodo/Glimt, serta menuai kontroversi saat menghadapi Elversberg setelah gagal memaksimalkan umpan sempurna dari Michael Olise di dalam kotak penalti sebagaimana yang diharapkan.
Dan melawan Union Berlin, Diaz mencetak gol yang dianulir karena offside, meski momen itu datang setelah serangan indah Bayern, sehingga kesulitannya di depan gawang pun berlanjut, demikian menurut jaringan "SPOX".
Diaz sebelumnya sempat menegaskan bahwa ia percaya akan kembali mencetak gol, mengatakan bahwa ia hanya membutuhkan ketenangan mental dan kerja keras dalam memanfaatkan peluang, sembari menekankan bahwa yang kini kurang darinya adalah sentuhan akhir.
Angka-angka dari pertandingan terakhir mengungkap sebagian dari masalah tersebut, karena Diaz menyia-nyiakan enam peluang emas untuk mencetak gol di Bundesliga, sementara rata-rata gol yang diharapkannya (expected goals) mencapai 3,1 gol selama empat pekan pertama.
Sebaliknya, Harry Kane mencetak tiga gol dari rata-rata gol yang diharapkan sebesar 2,17, sementara Michael Olise mencetak empat gol dari rata-rata gol yang diharapkan sebesar 2,65.
Adapun Ismail Jakobs, yang masuk menggantikan Diaz melawan Union Berlin, ia mencetak satu gol dan menyumbang tiga assist hanya dalam 178 menit di Bundesliga.
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Akankah Bayern mengulangi resep lama?
Tampaknya Bayern Munich memilih menangani Diaz dengan memberinya masa istirahat selama jeda internasional, setelah pelatih Kolombia Nestor Lorenzo memutuskan untuk tidak memanggilnya bergabung, usai berkonsultasi dengan sang pemain.
Direktur olahraga Bayern, Max Eberl, menyambut baik keputusan ini, dengan menegaskan bahwa Diaz telah menjalani banyak pertandingan belakangan ini, dan mendapatkan masa istirahat singkat akan bermanfaat baginya.
Eberl menjelaskan bahwa sang pemain akan mendapatkan cuti singkat sebelum kembali berlatih dan menjalankan program fisiknya, sembari menegaskan tidak ada kekhawatiran soal kesiapannya.
Diaz sebelumnya sempat berbicara tentang kebutuhannya akan pemain lain yang bersaing dengannya di posisi sayap, agar ia bisa mendapatkan periode istirahat ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Namun Bayern meminjamkan Arijon Ibrahimovic ke Augsburg sebelum berakhirnya bursa transfer, sehingga meninggalkan posisi sayap kiri tanpa pelapis spesialis yang jelas.
Meski demikian, Vincent Kompany memiliki sejumlah solusi, yang paling utama adalah Serge Gnabry, di samping kemungkinan memanfaatkan Jakobs dalam beberapa peran ofensif.
Yang menarik, Diaz sebelumnya pernah mendapatkan istirahat serupa pada Desember 2025, ketika Kompany mengistirahatkannya selama beberapa hari, sebelum sang pemain kembali dan menampilkan performa kuat di paruh kedua musim.
Kini yang menjadi pertanyaan: akankah istirahat baru ini berhasil mengembalikan Diaz ke level terbaiknya, dan memberinya kesempatan untuk memulihkan naluri mencetak golnya di awal musim?
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum "Kooora"





