Kpah Sherman, Kedah v Sabah, Super League, 21 Sep 2020Sports Regime

Sabah Kalah WO Di Piala Malaysia, Kurniawan Dwi Yulianto Tatap Musim 2021

Pelatih Sabah Kurniawan Dwi Yulianto tidak ingin larut dalam kekecewaan setelah tim besutannya dianggap menelan kekalahan walk-over (WO), karena tak dapat bertanding di putaran pertama Piala Malaysia 2020.

Kegagalan Sabah bertanding di Piala Malaysia akibat terbentur perizinan dari pemerintah negara bagian setempat yang sedang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 9 November.

Selain itu, sejumlah prosedur juga harus dilalui Sabah bila mereka bertolak ke semenanjung Malaysia. Mereka harus menjalani karantina selama 14 hari terlebih dulu selepas mendarat di bandar udara (Bandara) KLIA.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Rentang waktu tersebut membuat Sabah dipastikan tidak bisa mengikuti Piala Malaysia yang tetap digulirkan pada 6 November. Pengundian putaran pertama ini baru dilakukan, Minggu (1/11). Dengan demikian, Sabah dianggap menelan kekalahan WO 3-0.

Bukan itu saja, kekalahan dengan status serupa juga didapat Sabah dari UiTM FC yang menjadi laga terakhir mereka di Malaysia Super League (MSL). Kendati demikian, Sabah tetap berlaga di MSL musim 2021, karena posisi mereka satu tangga di atas zona degradasi.

Kurniawan Yulianto, Kedah v Sabah, Super League, 21 Sep 2020Sports Regime

“Pengajuan dispensasi untuk Sabah juga tidak disetujui (pemerintah) yang menyebabkan pertandingan MSL tidak bisa digelar. Karena itu, UiTM FC diberikan kemenangan 3-0,” jelas CEO MFL, Datuk Ab Ghani Hassan, dilansir akun Facebook resmi mereka.

“Masa waktu karantina mandiri mencapai 14 hari [jika Sabah tiba di KLIA pada 29 Oktober], sehingga melewati batas waktu untuk pertandingan pertama Piala Malaysia. Tim yang akan bertemu Sabah di putaran pertama diberikan kemenangan 3-0, dan berhak lolos ke perempat-final. Tidak ada sanksi untuk Sabah terhadap situasi seperti ini.”

Di lain sisi, Kurniawan mengaku pasukannya masih merasakan kaget dengan keputusan tersebut. Hanya saja, mereka tidak bisa berbuat banyak, mengingat situasi yang mereka alami ini akibat pandemi virus Corona masih tinggi di Malaysia. Kurniawan lebih fokus mempersiapkan tim untuk musim 2021.

“Tentu keputusan ini masih mengejutkan kami semua, tapi saya bersama pemain memahami hal ini, karena sudah semestinya kami harus mematuhi arahan yang dikeluarkan MKN (Majelis Keselamatan Negara) dan pihak kerajaan. Jadi, kami menerima keputusan ini,” tutur Kurniawan.

“Ketika MKN mengeluarkan pemerintah tidak mengizinkan kami berada di semenanjung, tentunya mereka punya alasan tersendiri, yakni demi menjaga keselamatan banyak orang.”

“Apa pun yang terjadi, itu tidak menurunkan semangat kami. Kami tetap kuat, dan menatap musim 2021. Kami harus melupakan Piala Malaysia, walau kesedihan tetap tidak bisa dihindari. Hal paling penting adalah, semiga pandemi ini cepat berakhir.”

SIMAK JUGA: BERITA TERKAIT VIRUS CORONA!

Iklan