Federasi sepakbola dunia, atau FIFA, dikhawatirkan bakal memberi sanksi kepada Indonesia terkait tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober lalu.
Sebagaimana diketahui, Indonesia mendapat sorotan dari dunia setelah dipastikan ratusan nyawa menjadi korban dari tragedi yang terjadi di Malang tersebut.
Maaira Ike Puspita selaku wakil sekretaris jenderal PSSI menuturkan, bahwa pihaknya rajin berkomunikasi dengan FIFA dan memberi update terkait Kanjuruhan.
Seperti disampaikan Ira, FIFA tidak membahas sanksi sama sekali dan meminta untuk PSSI fokus kepada pasca bencana, terutama korban terdampak insiden Kanjuruhan.
"Tanggal 3 (Oktober 2022) saya kirim kronologisnya. Saya juga sempat komunikasi langsung dengan FIFA, yang sering komunikasi itu di bagian member association untuk Asia dan Oseania," ucap Ira kepada awak media.
"Kemudian mereka bilang ya sudah kita kawal bersama, enggak usah berpikir yang macam-macam dulu, enggak usah berpikir masalah melebar. Kita pikirkan kondisi untuk korban dan juga keluarga," sambung Ira.
Bagaimana pun, sanksi akan berat bagi Indonesia yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Selain itu, performa timnas di berbagai level sedang merangkak naik.
"Tidak ada sanksi yang dibicarakan sampai saat ini. Bahkan obrolan soal itu belum ada, tidak ada saat ini. Surat dari Presiden FIFA sama sekali tidak membahas sanksi, hanya belasungkawa dan juga Presiden FIFA bersama dengan PSSI. Untuk support dari AFC juga sama. Jadi enggak ada obrolan sanksi sama sekali," tegasnya.
"Kalau dari saya pribadi, selagi komunikasinya kita bangun terus, selagi kita juga mendapat masukan, dan kita menjalankan poin demi poin yang disampaikan oleh FIFA dan AFC, insyaallah sanksi bisa kita hindari."


