Rusak Sepakbola Indonesia Akibat Ulah Suporter

Komentar()
Alvino Hanafi
Sejumlah suporter Indonesia berbuat hal yang memalukan saat menjamu Malaysia di SUGBK, Kamis (5/9) malam.

Berapa banyak fans Indonesia yang tidur dengan kekecewaan tadi malam?

Bukan saja karena kekalahan 3-2 dari Malaysia pada laga perdana Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), tetapi juga amukan sejumlah suporter yang hendak menyerang fans tim tamu.

Sejak awal, kehadiran 400 orang suporter Malaysia tampak tidak diterima. Serangan mereka dapatkan setibanya di SUGBK sehingga demi keamanan panitia pelaksana pertandingan harus buru-buru memasukkan mereka ke tribun. Padahal, sudah jauh-jauh hari PSSI menghimbau agar masyarakat Indonesia memberikan rasa aman karena nantinya Timnas juga akan ganti melawat ke Malaysia, November mendatang.

Aksi tidak terpuji tidak berhenti sampai di situ. Koreografi maupun spanduk dengan tulisan tidak pantas terpampang jelas di bagian tribun selatan yang dihuni kelompok suporter yang menamakan diri Ultras Garuda. Ejekan hingga nyanyian bernada negatif terus ditujukan pada suporter Harimau Malaya dan bergema dengan jelas di seantero SUGBK. Tidak puas, beberapa kali lemparan benda-benda menghampiri fans tamu.

Puncaknya terjadi pada menit ke-72. Sejumlah suporter nekad turun ke gelanggang, lalu berlari menghampiri tribun tandang. Maksudnya, hendak melancarkan serangan fisik. Selain tribun selatan, para penonton nekad itu merambah lapangan dari tribun utara yang sebagian besar dihuni kelompok suporter lain bernamakan La Grande Indonesia. Petugas keamanan pun sibuk menggagalkan upaya mereka.

Tak ayal, pertandingan ikut terpengaruh. Wasit menyetop pertandingan untuk sementara waktu. Para pemain Indonesia seperti Stefano Lilipaly sampai mendatangi fans untuk menenangkan mereka. Tapi, belum berhenti. Dari tribun atas, para penonton tuan rumah melempari bom asap ke arah suporter Malaysia. Salah seorang di antaranya jatuh pingsan dan harus diungsikan petugas medis. Bahkan, saat ditandu pun, penonton malang itu masih dilempari botol oleh pengamuk. Sungguh di luar batas.

Tentu saja semua itu tidak cukup. Begitu Malaysia menyarangkan gol kemenangan pada menit ketujuh tambahan waktu, sinyal rusuh kian jelas. Suporter Malaysia diungsikan ke lorong stadion. Para pengamuk menunggu di luar mencegat supaya mereka tidak pulang dengan tenang. Petugas keamanan pun berupaya menghalau serta membubarkan mereka yang mulai bertindak anarkis di depan pintu masuk VVIP.

Terima kasih atas kerja keras penonton yang beringas ini. Hampir dapat dipastikan, sanksi berat dari FIFA/AFC akan menghampiri Indonesia. Bisa jadi dampaknya akan langsung terasa ketika Indonesia menjamu Thailand pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia, Selasa mendatang. Padahal, Indonesia baru kembali lagi berlaga di ajang ini setelah pengucilan internasional selama lima tahun terakhir menyusul dampak sanksi FIFA.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Seharusnya suporter Indonesia bersikap dewasa saat menjamu siapa pun pendukung yang bertandang, tidak hanya Malaysia. Kita harus memiliki pola pikir dan mentalitas bahwa laga internasional tak hanya sekadar pertandingan sepakbola, tetapi juga showcase Indonesia kepada dunia. Tidak cuma tim, pemain, federasi, tetapi juga suporter memiliki andil sama besar dalam menunjukkan citra dan memperkenalkan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

Bukannya malah membuat negara ini terlihat buruk akibat perilaku bodoh yang mereka tunjukkan. Entah harus bagaimana merajut ulang perasaan kita semua yang masih mencintai sepakbola Indonesia. Mungkin dapat dimulai dari tindakan tegas untuk suporter yang berulah.

 

Tutup