Old Trafford Manchester United 04072017Clive Brunskill/Getty

Rusia Invasi Ukraina, Manchester United Kena Getahnya, Ratusan Milyar Melayang

Manchester United turut terkena dampak dari invasi Rusia ke Ukraina.

The Red Devils bekerja sama Aeroflot, maskapai penerbangan milik Rusia, sejak 2013 namun setelah Rusia mengumumkan perang terhadap Ukraina, Kamis (24/2), kerja sama tersebut tampaknya akan segera berakhir.

Maskapai resmi Man United itu dilarang beroperasi di Inggris, sebagai salah satu langkah dari Perdana Menteri Boris Johnson untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

The Mirror awalnya melaporkan bahwa United masih meninjau opsi mengakhiri kerja sama senilai £40 juta (sekitar Rp768 milyar) itu – yang sebelumnya sudah diperpanjang pada 2017.

Namun terkini Man United bakal segera mengakhirinya meski kontrak mereka baru akan habis pada musim panas 2023.

Dalam situasi normal, klub Liga Primer Inggris itu bakal menegosiasikan perpanjangan kontrak sponsor dalam jangka waktu satu tahun sebelum kedaluwarsa.

Namun CEO anyar Setan Merah, Richard Arnold, yang mengambil alih jabatan Ed Woodward awal tahun ini, juga tak memiliki niatan untuk memperbarui kesepakatan dengan maskapai yang 51 persen sahamnya dikuasai pemerintah Rusia itu setelah perkembangan situasi terakhir di Eropa Timur.

Pihak klub menyadari kerusakan akan citra dan daya tarik komersial mereka jika tak memutus kerja sama dengan perusahaan Rusia.

Kabar ini turun setelah United tidak memakai Aeroflot untuk terbang ke laga Liga Champions Eropa mereka melawan Atletico Madrid.

Cristiano Ronaldo cs terbang ke ibukota Spanyol itu dengan maskapai alternatif, Titan.

Iklan