Legenda AC Milan dan timnas Ukraina, Andriy Shevchenko, mengatakan bahwa sepakbola sama sekali tidak ada dalam pikirannya saat ini di tengah invasi Rusia di Ukraina.
Shevchenko adalah topskor sepanjang masa Ukraina dan mantan pelatih timnas negaranya. Sebelumnya, ia telah menyerukan perdamaian dan meminta warga dunia untuk bergabung dalam upaya penentangan serangan Rusia.
Sheva memilih “mengungsi” di London selama konflik sekaligus membantu misi kemanusiaan, tapi keluarga dan kerabatnya terisolasi di Ukraina.
“Sepakbola tidak ada lagi untuk saya,” ucap Sheva kepada Sky Sports, Rabu (2/3).
“Saya sedang tidak memikirkannya. Ini bukan waktunya untuk itu. Saya tidak menonton apapun, olahraga apapun, apapun.”
"Semua fokus saya, mulai dari saya bangun tidur, saya hanya berpikir tentang bagaimana saya dapat membantu negara saya, apa yang dapat saya lakukan.”
“Saya sudah mulai menelepon orangtua dan teman-teman saya, untuk mengetahui kabar terbaru tentang apa yang terjadi di Ukraina.”
"Bagi saya, ini adalah lapangan saya sekarang, ini adalah fokus saya untuk saat ini,” pungkasnya.
Sheva juga memuji keputusan FIFA dan UEFA yang menjatuhkan sanksi berupa larangan bertanding pada timnas Rusia dan klub-klub Rusia.
"Ini adalah respons yang luar biasa dan keputusan tepat dari institusi seperti UEFA dan FIFA," kata Sheva.
“Saya tidak berpikir itu keputusan yang sulit. Ketika Anda menyerang suatu negara, ketika Anda mulai mengirim bom dan tentara, itu bukan konflik, ini perang nyata,” tutur eks striker gagal Chelsea itu.
"Ketika perang belum berhenti, saya pikir itu adalah keputusan yang tepat untuk tidak mengizinkan atlet Rusia berpartisipasi dalam ajang olahraga apapun,” pungkasnya.
Adapun Sheva masih menganggur sejak dipecat Genoa pada pertengahan Januari lalu. Ia gagal mengangkat klub dari zona degradasi dan cuma bertahan dua bulan sejak penunjukannya.


