FBL-ENG-PR-MAN UTD-WREXHAMAFP

Diterjemahkan oleh

Rp170 juta pound sterling mempersulit misi Manchester United

Tampaknya upaya Manchester United untuk merekrut Lewis Hall, bek kiri Newcastle United, menghadapi kendala besar yang bisa menunda kesepakatan tersebut hingga tahun depan, seiring keteguhan manajemen "The Magpies" mempertahankan sang pemain, serta membaiknya kondisi finansial klub setelah serangkaian transfer besar selama bursa transfer musim panas.

Lewis Hall menarik perhatian saat acara peluncuran jersey tandang baru Newcastle, setelah menjadi satu-satunya pemain yang pernyataannya dikutip dalam pernyataan resmi klub, yang menggambarkannya sebagai "pendukung The Magpies sejak kecil".

Meski kemunculan para pemain dalam kampanye promosi tidak selalu berarti mereka akan bertahan bersama klubnya, karena banyak di antara mereka sebelumnya justru pergi setelah tampil dalam kampanye semacam ini, indikasi saat ini menunjukkan bahwa Hall akan tetap bertahan di stadion "St James' Park".

Lewis Hall telah menjadi incaran Manchester United sejak beberapa bulan lalu, namun peluang kepindahannya ke stadion "Old Trafford" kini terlihat jauh lebih kecil dibandingkan pada Mei lalu, demikian menurut surat kabar "Manchester Evening News" asal Inggris.

Hal ini terjadi setelah Newcastle memperkuat posisi finansialnya secara signifikan usai menjual Anthony Gordon ke Barcelona seharga 70 juta pound sterling, kemudian kepindahan Sandro Tonali ke Tottenham dalam kesepakatan yang mencapai 100 juta pound sterling.

Newcastle tak perlu menjual lebih banyak bintangnya

Sejumlah pejabat di dalam tubuh Newcastle, dalam pembicaraan pribadi, menegaskan bahwa klub tidak lagi harus menjual pemain tambahan selama periode transfer saat ini, setelah meraih pemasukan finansial yang besar dari transfer-transfer terakhir.

Meski manajemen Newcastle United tidak sepenuhnya menutup pintu untuk mempertimbangkan tawaran luar biasa, sikap mereka saat ini adalah tidak menawarkan satu pun bintang tim untuk dijual.

Proyek Newcastle musim panas ini mengalami guncangan hebat setelah kehilangan jasa Anthony Gordon dan Sandro Tonali, di samping upaya Arsenal untuk merekrut kapten tim Bruno Guimaraes, hal yang memicu banyak perdebatan seputar masa depan pemain Brasil tersebut.

Seandainya Newcastle juga kehilangan Lewis Hall, hal itu akan menjadi pukulan baru bagi proyek olahraga klub, sebuah skenario yang tampaknya belum siap diterima oleh manajemen untuk saat ini.

50 juta pound sterling tidak akan cukup

Para penggemar Manchester United beredar anggapan bahwa nilai 50 juta pound sterling mungkin cukup untuk meyakinkan Newcastle melepas Lewis Hall, namun penilaian ini tampak jauh dari kenyataan.

Sang pemain bergabung dengan Newcastle dari Chelsea seharga 35 juta pound sterling, dan terikat kontrak yang berlaku hingga musim panas 2029, serta merupakan salah satu talenta Inggris paling menonjol di posisi bek kiri. Oleh karena itu, manajemen Newcastle tidak melihat alasan apa pun untuk menyetujui penjualannya dengan imbalan tersebut.

Situasi akan berbeda seandainya Lewis Hall menunjukkan keinginan jelas untuk pergi atau menekan manajemen klubnya untuk merampungkan kepindahannya, namun seluruh indikasi menegaskan tidak adanya niat sang pemain untuk berkonfrontasi dengan klubnya selama musim panas ini. Karena alasan itu, tidak diperkirakan akan ada perkembangan mengejutkan dalam berkas ini selama pekan-pekan mendatang.

Manchester United sendiri telah merampungkan beberapa transfer di lini tengah, dan terus berupaya mendatangkan pemain baru di posisi yang sama. Meski klub memiliki ruang finansial yang memungkinkan untuk melakukan transfer tambahan sebelum bursa transfer ditutup, mengalokasikan sekitar 70 juta pound sterling untuk merekrut Lewis Hall akan menjadi tekanan besar bagi anggaran, sesuatu yang membuat perampungan kesepakatan ini menjadi hal yang sangat sulit.

Musim panas 2027 mungkin menjadi waktu yang tepat

Perkiraan menunjukkan bahwa Manchester United mungkin menunda ide merekrut Lewis Hall hingga musim panas tahun depan, di mana sang pemain akan memasuki dua tahun terakhir kontraknya, hal yang bisa memberi klub peluang lebih baik untuk bernegosiasi dengan Newcastle. Selain itu, musim yang mengecewakan bisa mengubah sikap Lewis Hall, terutama jika performa tim menurun atau gagal bersaing untuk posisi puncak.

Pada tataran opsi yang ada saat ini, Luke Shaw tampil sebagai starter di sebagian besar pertandingan Liga Premier Inggris musim lalu, dan berhasil menampilkan level yang stabil, namun catatan fisiknya menimbulkan kekhawatiran soal kemampuannya menanggung tekanan pertandingan beruntun.

Sebaliknya, tim memiliki opsi lain berupa Patrick Dorgu dan Harry Amass. Dorgu menunjukkan perkembangan yang mencolok ketika tampil di posisi sayap kiri, hal yang bisa mendorong tim pelatih untuk memanfaatkannya secara ofensif, sekaligus mengandalkannya sebagai opsi di posisi bek saat dibutuhkan.

Adapun Harry Amass, masih ada tanda tanya seputar sejauh mana kesiapannya untuk bersaing secara reguler, ditambah ketidakjelasan yang menyelimuti masa depannya di dalam tim. Opsi mengembalikan Marcus Rashford ke sayap kiri juga tetap terbuka, sehingga memungkinkan Dorgu bermain di posisi bek.

Dengan keteguhan Newcastle mempertahankan jasa Lewis Hall, tidak adanya kebutuhan klub untuk menjual bintang-bintangnya, ditambah keterbatasan finansial yang dihadapi Manchester United, peluang perampungan kesepakatan ini pada musim panas ini terlihat sangat terbatas.

Oleh karena itu, solusi paling realistis di hadapan manajemen "Setan Merah" mungkin adalah bersabar, dan menanti musim panas mendatang untuk membuka kembali berkas ini dalam kondisi yang bisa jadi lebih sesuai bagi semua pihak.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google