Pelatih tim nasional Inggris Roy Hodgson meminta pemainnya untuk bermain seprofesional mungkin dan tidak bermain curang, yang bisa jadi meningkatkan peluang sukses mereka di Euro 2016.
Komentar Hodgson dilatarbelakangi dari sikap Harry Kane setelah mendapat tendangan di kepala dari pemain Portugal Bruno Alves, yang membuatnya terjatuh, namun langsung bangkit dan kembali mengejar bola.
Aksi Alves sendiri langsung diganjar kartu merah dan sikap Kane mendapat pujian karena tidak bersikap cengeng.
"Insting pertama Harry, ketika ia tak ditendang dengan parah, adalah terus bermain dan mengejar bola. Beberapa orang mungkin mengatakan tindakannya terpuji, tapi ada juga yang mungkin mengatakan 'Anda harus pergi ke bawah, Anda harus bersikap sinis'. Tapi saya menemukan bahwa sinisme cukup hal yang sulit untuk dilatih," kata Hodgson, Senin (6/6).
"Saya pikir hal seperti ini harus diajarkan, jika memang harus diajarkan, di usia yang sangat muda, menjadi bagian dari budaaya Anda dan saya berulang kali menyatakan bahwa curang bukan termasuk budaya kami."
"Akan ada momentum ketika ada kemungkinan penalti, tapi pemain tetap berdiri dan mungkin kemudian hal itu akan memunculkan pertanyaan yang relevan. Tapi sekali lagi, yang bisa saya katakan adalah hal semacam itu sulit bagi saya, menjadi orang Inggris, untuk mulai mengajarkan sikap bermain, yang tak pernah saya ajarkan dan mereka juga tak memiliki kewajiban untuk bermain curang," tandasnya.
