RostovGetty Images

Skuad Dikarantina, Rostov Pakai Pemain Ala Kadarnya Di Liga Primer Rusia & Kalah 10-1

Klub Liga Primer Rusia, Rostov mengalami kekalahan memalukan 10-1 dari klub yang terancam degradasi, Sochi, setelah mereka dipaksa menurunkan skuad ala kadarnya dengan banyak pemain muda karena tim utama mereka dikarantina.

Enam pemain Rostov dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu (17/6), dua hari sebelum kompetisi kasta tertinggi Rusia musim ini dilanjutkan selepas terhenti karena pandemi virus corona.

Dengan seluruh penggawa bersama dengan staf pelatih wajib menjalani isolasi mandiri, maka Rostov, yang menduduki posisi keempat klasemen, sama sekali tidak memiliki pemain profesional untuk melakoni pertandingan pertama mereka setelah vakum.

Kemenangan besar nan mengejutkan yang diraih Sochi membuat mereka mentas dari zona degradasi dan naik ke posisi ke-12.

Tim remaja Rostov sempat membuka keunggulan ketika Roman Romanov mencetak gol pada menit pertama, namun harus tertinggal 4-1 saat memasuki turun minum dan di babak kedua Sochi tidak memberikan kelonggaran bagi mereka.

Denis Popov, kiper Rostov yang berusia 17 tahun, dinobatkan sebagai pemain terbaik laga tersebut meski kebobolan 10 gol lantaran mencatatkan 15 penyelamatan termasuk menggagalkan satu penalti. Sochi total memiliki 41 tembakan ke gawang sepanjang 90 menit berbanding dua milik Rostov.

"Tidak mungkin membicarakan hal-hal positif, namun satu-satunya hal positif adalah para pemain kami melakukan debut di liga, dan impian kami untuk memainkan seluruh pemain dari akademi terwujud," ungkap pelatih Rostov U-20, Zaur Tedeyev.

"Semua gol yang kami terima adalah kenyataan bahwa mereka lebih kuat dari kami. Kami memiliki tim yang sangat muda di lapangan dan di babak kedua kami hanya memiliki satu pemain di atas usia 18 tahun."

Presiden Rostov, Artashes Arutyunyants sebelum pertandingan melawan Sochi telah menolak permintaan agar menunda laga tersebut. Selepas pertandingan, ia langsung memuji para pemain muda timnya dan menyebut mereka sebagai "juara masa depan".

Rusia memiliki jumlah kasus positif COVID-19 tertinggi ketiga di dunia dengan lebih dari setengah juta kasus terkonfirmasi sejauh ini.

Iklan
0