Pelatih Juventus, Maurizio Sarri mengakui bahwa Cristiano Ronaldo tidak dalam kondisi fisik terbaik saat ini, sembari membantah kabar perselisihan dirinya dengan Miralem Pjanic.
Sarri kini berada di bawah tekanan hebat setelah Bianconeri gagal meraih tital Coppa Italia musim ini, kalah melalui adu penalti saat menghadapi Napoli di Stadio Olimpico, Kamis (18/6).
Satu-satunya pertandingan lain sejak terhentinya kompetisi selama tiga bulan lebih karena pandemi COVID-19 adalah leg kedua semi-final Coppa Italia melawan AC Milan lima hari sebelumnya, yang juga berakhir tanpa gol selama 90 menit dengan Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti.
Namun, sang bos Juventus mengatakan telah berbicara dengan Ronaldo dan optimistis superstar Portugal berusia 35 tahun itu akan segera kembali ke bentuk terbaiknya dalam waktu dekat.
Sarri mengatakan: "Saya berbicara dengan Cristiano lagi kemarin, sendirian dan untuk waktu yang lama. Ia tidak boleh kehilangan kepercayaan dirinya, saya berharap mulai besok sang pemain fantastis yang lama akan kembali. Hanya saja, ia tidak dalam kondisi fisik terbaik saat ini."
Sementara itu, La Stampa mengatakan hubungan Sarri dengan Pjanic memburuk setelah kekalahan di final Coppa Italia dan sang gelandang Bosnia itu bakal dicadangkan saat Juventus bertandang ke markas Bologna dalam laga perdana Serie A selepas vakum, Selasa (23/6) dini hari WIB.
"Cerita pertengkaran saya dengan Pjanic adalah salah satu hoaks terbesar musim ini," kata Sarri kepada Sky Sport Italia. "Saya banyak berbicara dengan Miralem, mungkin ia salah satu dari orang-orang yang paling enak dan menarik untuk diajak berdiskusi."
Sarri juga menambahkan bahwa ia sudah tidak lagi memiliki rencana untuk memainkan Ronaldo sebagai penyerang tengah, seperti yang sempat dicobanya saat melawan Milan.
"Ia telah mencetak 700 gol dengan bermain sedikit melebar dari tengah, itu pilihannya dan normal," lanjutnya.
"Kegagalan meraih trofi merupakan sesuatu yang membebani Anda, dan membawa kekecewaan serta kepahitan. Tapi itulah situasinya. Kami harus menatap ke depan dan memikirkan beberapa pertandingan berikutnya tanpa terpengaruh oleh kegagalan sebelumnya."


