Portugal memperkirakan akan ada ribuan pendukung sepakbola yang datang ketika Lisbon menjadi tuan rumah fase akhir Liga Champions dan menyebut hal itu sebagai "hadiah untuk negara".
Eropa telah terkena pukulan telak dari pandemi virus corona, dan UEFA pada Mei lalu telah memutuskan memindahkan kompetisi papan atas mereka ke Portugal mulai perempat-final hingga final.
Dengan menempatkan delapan tim di kota yang sama, UEFA bakal bisa mengelola kompetisi dengan cermat, dengan harapan tanpa terganggu oleh wabah COVID-19.
Menurut Daniel Sa, direktur eksekutif Institut Administrasi dan Pemasaran Portugal (IPAM), Portugal berharap mendapat keuntungan sekitar €50 juta dalam hal pendapatan tambahan.
Seiring dengan potensi "menjual negara" ke dunia, tampaknya ada alasan bagus bagi Portugal untuk menyambut gelaran Liga Champions bahkan jika semua pertandingan harus dimainkan tanpa penonton.
Lisbon terakhir menjadi tuan rumah final Liga Champions pada 2014, ketika Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1 setelah perpanjangan waktu di Estadio da Luz, kandang Benfica yang juga akan menjadi penyelenggara turnamen tahun ini.
Sa mengatakan: "Kami meyakini akan ada 15.000 penggemar , tanpa tiket tentu saja, yang akan berkumpul selama 12 hari di negara ini dan pada dasarnya bersenang-senang dalam suasana turnamen."
"Portugal adalah negara yang cinta sepakbola. Jadi, memiliki acara seperti ini dengan delapan klub top Eropa, selama 12 hari di Portugal dalam setahun ini di mana kami tidak memiliki sepakbola selama tiga bulan, ini adalah hadiah bagi negara."
Antusiasme besar tersebut bisa menguntungkan salah satu kontestan, Juventus, karena faktor Cristiano Ronaldo, yang merupakan superstar sepakbola asal dan kebanggaan besar masyarakat Portugal.
Mereka bisa mencapai Portugal apabila melewati adangan Olympique Lyon di babak 16 besar, setelah tertinggal 1-0 dalam duel leg pertama.
"Ronaldo adalah merek yang sangat besar di Portugal dan saat ini beberapa orang Portugal menjadi pendukung Juventus," lanjut Sa. "Jadi saya pikir ini bisa meningkatkan perhatian di Portugal dan meningkatkan dampak ekonomi."
"Orang-orang sangat senang karena memiliki pemain terbaik di dunia selama 12 hari di negara ini."


