Mantan bintang sepakbola Brasil Ronaldinho diharuskan menetap di penjara Paraguay setelah hakim menolak mengabulkan permintaannya untuk dilepas sebagai tahanan rumah pada Selasa (10/3).
Ronaldinho bersama kakak sekaligus rekan bisnisnya, Roberto Assis, ditangkap pihak berwajib di Resort Yacht & Golf Club Paraguayo pada Jumat (6/3) lalu lantaran kedapatan memiliki paspor Paraguay palsu.
Padahal, untuk memasuki wilayah Paraguay, seorang warga negara Brasil tidak membutuhkan paspor sehingga motif di balik kepemilikan paspor palsu tersebut masih belum diketahui. Ronaldinho sendiri saat ini tidak memiliki paspor Brasil karena sanksi lingkungan yang diterimanya pada 2018.
Hingga kini, dua bersaudara itu masih mendekam di sebuah penjara di pinggiran Asuncion, ibu kota Paraguay, dengan pengamanan maksimal.
Hakim Gustavo Amarilla mengatakan, Ronaldinho dan bersaudaranya berpotensi terus mendekam di penjara selama enam bulan atau sampai proses investigasi selesai. Saat ini, investigasi terkait kasus ini masih dalam tahap awal.
"Kebebasan Ronaldinho bisa menjadi penghalang terciptanya keadilan atau membuka potensi dirinya melarikan diri. Kehadirannya di negara ini diperlukan," kata Amarilla setelah menolak permohonan Ronaldinho menjadi tahanan rumah.
Sebelumnya, eks pemain Barcelona ini juga sudah menawarkan properti senilai $770 ribu sebagai jaminan, tapi ditolak.
Ronaldinho, 39 tahun, terakhir kali bermain sebagai pemain profesional pada 2015. Meski begitu, ia masih sangat populer di kalangan fans dan pengiklan. Kunjungannya ke Paraguay ini merupakan undangan dari pemilik sebuah kasino lokal.
