Ronald Koeman menegaskan pekerjaannya sebagai pelatih sangat penting dalam menyelamatkan Barcelona, meski hubungannya dengan presiden klub Joan Laporta belum sepenuhnya pulih.
Klub Catalunya itu tampil buruk di bawah asuhan Koeman musim lalu, finis ketiga di klasemen akhir La Liga dan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions setelah dikandaskan Paris Saint-Germain.
Masalah Barca semakin diperparah pada Agustus kemarin, di tengah krisis finansial dan masalah rumit dengan La Liga, ketika legenda mereka, Lionel Messi terpaksa pergi dengan gratis ke PSG dan beberapa pemain harus menerima pemotongan gaji agar bisa mendaftarkan para pemain baru.
Namun, terlepas dari hubungan Koeman yang tampaknya rapuh dengan Laporta, yang sempat ingin menggantinya pada awal musim 2021/22 ini, sang pelatih asal Belanda menikmati waktunya di Camp Nou dan optimistis bisa bertahan lebih lama.
"Sedikit meningkat [hubungannya dengan Laporta]," ungkap Koeman kepada NOS. "Tetapi ketika Anda membiarkan hal-hal kecil jadi besar sebagai klub dan tidak memberi kejelasan mengenai masa depan seorang pelatih, maka akan ada spekulasi."
"Dan jika Anda adalah pelatihnya, maka itu bukan kasus yang bagus."
"Minggu lalu juga ada sesuatu di media, yang menurut saya tidak benar. Itu lagi-lagi menunjukkan bahwa pelatih tidak memiliki kekuatan penuh."
"Ia [Laporta] terlalu banyak omong. Itu bisa dilakukan secara pribadi. Saya suka ketika seorang presiden berkomitmen dan juga mengajukan pertanyaan. Hanya saja itu tidak boleh di pers, itu masalahnya."
"Laporta tidak bijaksana dalam dua kesempatan, biarkan saya begini. Kami juga menjalin kontak mengenai kontrak baru sekarang. Berkat saya, klub ini memiliki masa depan."
"Saya melihat banyak potensi. Saya terbuka untuk tinggal di sini, saya menikmati diri saya di sini."


