Romelu Lukau mengklaim meninggalkan Manchester United untuk Inter Milan telah membantunya naik ke level yang lebih baik.
Penyerang berusia 27 tersebut telah mengoleksi 24 gol dari 33 penampilan musim ini, torehan itu bisa ditambah dengan catatan 34 gol di musim pertamanya di Giuseppe Meazza pada 2019/20.
Kiprah Lukaku di Old Trafford tidak bisa dikatakan mulus namun sekarang dia bertransformasi menjadi salah satu striker paing menakutkan di muka bumi.
Lukaku membahas performanya yang impresif bersama ahlli gizi Inter Matteo Pincella dikaitkan dengan diet yang telah mengubah segalanya dengan mengatakan: "Saya suka karbohidrat, kentang, kentang manis dan nasi hitam, tetapi tidak banyak memakan pasta."
"Sejauh ini saya menjadi pemain yang eksplosif berkat kekuatan otot, tetapi berkiprah di Italia telah mengangkat saya di level yang lebih baik. Saya tidak pernah merasa sekuat ini. Saya telah menyentuh level baru secara fisik dan mental."
"Setelah pertandingan saya banyak memakan karbohidrat. Biasannya saya memakan dua bungkus gnocchi, tetapi juga tergantung kepada apa yang telah disiapkan oleh juru masak."
"Saya tidak banyak mengubah cara makan, tetapi ketika bermain kami harus punya kekuatan fisik yang bagus. Kami banyak berlari. Setelah mengikuti gaya hidup ini saya merasa lebih bugar di tengah lapangan. Saya merasa lebih reaktif dan cepat."
Keputusan meninggalkan Old Trafford diambil Lukaku pada musim panas 2019 karena tidak mendapat garansi sebagai pemain reguler di skuad Ole Gunnar Solskjaer.
Performanya bersama si Setan Merah juga sering dipertanyakan. Meskipun berhasil mencetak 42 gol dari 96 pertandingan, dia dianggap kurang meyakinkan sehingga kepergiannya direlakan.




