Maxi Rodriguez mengungkapkan bahwa dirinya berbohong bisa berbahasa Inggris kepada Rafael Benitez ketika Liverpool memboyongnya, sehingga sang manajer mendampratnya setelah transfer sukses dilakukan.
Rodriguez pindah ke Liverpool dari Atletico Madrid pada 2010 setelah bersinar bersama Newell's Old Boys dan Espanyol, di saat membangun reputasi namanya di Argentina.
Ia bergabung dengan The Reds secara bebas transfer pada Januari 2010 dan langsung membuatnya menjadi bagian dari skuad Benitez di Anfield waktu itu.
Sebelum menuntaskan transfer itu, Benitez bertanya ke Rodriguez soal kepastian apakah sang winger bisa berbahasa Inggris dan cocok dengan rekan-rekan barunya.
Rodriguez mengatakan bahwa dirinya bisa berbahasa Inggris, dan Benitez tidak mengetahui bahwa pemain Argentina itu berbohong sampai pada momen beberapa saat sebelum sesi jumpa pers perkenalannya.
"Saya sangat senang di Atletico karena saya adalah kapten tim dan saya mengenal kotanya, tapi saya selalu tergila-gila dengan sepakbola Inggris," ungkap Rodriguez kepada mantan rekan setimnya, Juan Pablo Sorin dalam sesi tayangan langsung di Instagram.
"Rafa mengatakan kepada saya bahwa sangat penting bagi semua pemain untuk berbicara dengan bahasa Inggris di ruang ganti. Ia bertanya kepada saya apakah saya bisa dan saya katakan 'ya,' untuk menenangkan situasi. Tentu saja, saya tidak ingin transfer itu gagal!"
"Kami tiba di Inggris dan saya mengadakan konferensi pers. Ia [Benitez] mengatakan akan memulai sesi tersebut lalu saya kemudian akan mengikutinya."
"Saat itulah saya menariknya dan mengatakan kepadanya, 'Lihat Rafa, saya harus mengaku: Saya tidak bisa bahasa Inggris. Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah halo'."
"Saya tidak ingin transfer gagal terwujud! Ia membalas: 'Tidak, dasar Anda anak sialan.'"
"Kami berdua lantas tertawa dan kemudian, yah, saya harus mempelajarinya [bahasa Inggris]."
Rodriguez mencatatkan 73 penampilan bersama Liverpool sembari mencetak 17 gol selama mengabdi di Anfield.
Ia merupakan anggota skuad Liverpool yang menjuarai Piala Liga pada 2011-12, sebelum pulang ke Argentina untuk menjalani dua periode bersama Newell's Old Boys serta berpetualang di Uruguay bersama Penarol.


