Feyenoord berhasil mengalahkan Fortuna Sittard dengan susah payah pada akhir pekan lalu (1-2). Namun, insiden yang melibatkan Jeremiah St. Juste dan dokter klub Joost van der Hoek membayangi kemenangan tersebut. Robin van Persie menanggapi insiden tersebut pada konferensi pers Jumat sore.
Pada menit ke-77, penyerang Fortuna Paul Gladon mendapat kartu merah langsung setelah melakukan aksi ceroboh terhadap Timon Wellenreuther. Van der Hoek masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan cedera kepada kiper Feyenoord, tetapi St. Juste sama sekali tidak mau tahu. Dengan usaha fisik yang cukup keras, ia mencoba menahan Van der Hoek, karena saat itu tim asal Rotterdam itu masih tertinggal 1-0.
Van Persie berbicara beberapa kali dengan St. Juste dan Van der Hoek pekan lalu. “Itu baik-baik saja dan mereka bersikap positif.” Pelatih Feyenoord itu sangat memahami kegaduhan tersebut. “Saya juga mengerti bahwa hal itu tidak terlihat baik dari segi citra.”
Pemain asal Rotterdam itu sudah menanggapi insiden tersebut dengan santai tak lama setelah pertandingan usai. “Bagian terakhirnya saya lihat, mereka sempat berpelukan,” kata Van Persie saat itu. Menurutnya, Van der Hoek dan St. Juste sama-sama ingin menjalankan tugas mereka.
Setelah berbicara dengan dokter klub dan sang bek, Van Persie tampaknya tidak mengubah pendapatnya. “Pada akhirnya, Anda berurusan dengan dua orang yang dalam situasi seperti itu sama-sama memiliki niat baik, ingin menang, dan membuat keputusan di tengah emosi yang meluap.”
Pelatih menyebut hal itu sebagai hal yang wajar dan menyatakan bahwa ia telah melupakan insiden tersebut. “Kami akan terus melangkah maju dengan semangat yang tinggi. Baik Joost maupun Jeremiah menghadapinya dengan baik dan itu sudah cukup,” tutup Van Persie.
Minggu depan, Feyenoord bisa mengamankan posisi kedua saat menghadapi AZ. Jika tim asal Rotterdam ini menang atas juara piala, mereka dipastikan mendapatkan tiket penting ke Liga Champions. Jika tidak, maka pertandingan NEC, Ajax, dan FC Twente akan menjadi sorotan.
