Liga Super Eropa tengah menjadi perbincangan dan sorotan banyak pelaku sepakbola di dunia. Gagasan kompetisi tandingan tersebut dinilai bakal merusak tatanan sepakbola yang sudah ada, bahkan menjadi ancaman bagi sejarah sepakbola.
Robin Gosens, bek sayap Atalanta, menjadi salah satu pemain yang heran kenapa gagasan ini semakin dekat menjadi kenyataan. Menurut pemain asal Jerman tersebut, sepakbola terus berubah dan bukan hanya milik klub-klub raksasa saja.
Pemain berusia 26 tahun ini juga mempertanyakan kelayakan dari Arsenal dan Tottenham Hotspur, sebagai salah dua peserta Liga Super Eropa. Menurutnya, keberadaan keduanya bisa diperdebatkan, apalagi jika terus berada di Liga Super Eropa.
"Ini bencana besar bagi sepakbola. Saya terkejut bahwa itu menjadi kenyataan sekarang. Fakta bahwa sedikit timyang tidak diunggulkan bisa menang selalu menjadi dasar sepakbola," buka Gosens dalam wawancaranya kepada Kicker.
“Jika sekarang ada Liga Super di mana Arsenal atau Tottenham lolos selamanya tanpa prestasi olahraga, maka sepakbola akan dilucuti dari fondasinya. Setiap orang harus sadar bahwa sepakbola akan berubah selamanya, dan tidak akan pernah sama lagi," sambungnya.
GettyLiga Super Eropa muncul lantaran ada potensi finansial yang lebih besar untuk didapatkan klub pesertanya. Gosens tidak habis pikir jika uang menjadi pertimbangan atas segala hal yang terjadi saat ini, karena sejatinya klub masih bisa baik-baik saja tanpa keberadaan Liga Super.
"Orang-orang masih kesulitan di seluruh dunia. Ada kekurangan uang di depan dan belakang. Kedua belas klub ini mendirikan liga mereka sendiri, dan bisa mendapatkan € 00 atau €150 juta untuk meningkatkan kemampuan mereka," umbar Gosens.
"Anda harus mempertanyakan soal etika itu. Yang menyedihkan adalah ini semua tentang uang, uang, uang. Kerusakannya akan sangat besar sehingga banyak fans yang akan menentangnya dan saya akan ambil bagian dalam protes seperti itu."
"Pemotongannya akan sangat besar sehingga mudah-mudahan banyak penggemar akan menentangnya, dan saya akan ambil bagian dalam protes semacam itu," tutup Gosens.
Sejauh ini, banyak suporter dari peserta Liga Super yang menentang keras keberadaan kompetisi tersebut. Banyak yang menilai bahwa inti dari sepakbola telah ditinggalkan, dan suporter diabaikan, dengan keberadaan Liga Super ini.
Getty Images