Roberto Carlos menganggap Fabio Capello sebagai pelatih paling berjasa dalam kariernya, setelah menjalani periode 'kehancuran' di Inter Milan.
Inter menjadi pelabuhan pertama legenda bek kiri tim nasional Brasil itu di Eropa, setelah didatangkan dari Palmeiras pada 1995.
Namun, petualangan Carlos di Serie A Italia hanya berlangsung semusim karena merasa tidak cocok dengan skema pelatih Nerazzurri saat itu, Roy Hodgson.
Pasalnya, sang pelatih asal Inggris lebih senang memainkan Carlos sebagai gelandang sayap, jauh di luar posisi asli sekaligus kesukaannya sebagai bek kiri.
"Roy Hodgson menghancurkan saya di Inter, ia membuat saya bermain di lini tengah," ungkap lelaki 47 tahun, yang kini menjalani karier sebagai pelatih, kepada Marca.
"Saya tidak akan memiliki kesempatan untuk bermain bersama tim nasional dan saat itu ada Copa America pada 1997."
"Kami tidak cocok, tapi waktu itu saya tidak tahu banyak mengenai sepakbola Eropa."
Carlos kemudian pindah ke Real Madrid, yang pada musim 1996/97 dilatih oleh Capello, dan di sanalah awal ia menemukan kejayaan sebagai pemain dengan memenangkan empat trofi LaLiga serta tiga Liga Champions.
"Saya berbicara dengan [presiden Inter saat itu, Massimo] Moratti dan memintanya agar menjual saya. Saya pergi ke Madrid untuk bergabung dengan Capello, ia pelatih paling penting yang pernah saya miliki," tukasnya.


