Meski terlihat banyak kesalahan mendasar dalam gim internal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (6/3) sore WIB, pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts lebih mementingkan kegembiraan pemainnya.
Robert Alberts menurunkan seluruh pemainnya di gim internal yang berlangsung di bawah guyuran hujan ini, termasuk legiun asing asal Belanda, Nick Kuipers. Namun Kuipers baru dimainkan pada babak kedua dan ketiga.
Pada babak pertama, tim biru mengungguli tim putih dengan skor 1-0. Sedangkan di 30 menit kedua, laga juga berakhir dengan skor 1-0. Sementara di babak ketiga, tim putih mengungguli tim biru dengan skor 3-2.
Robert Alberts mengungkapkan, ia tidak memberikan target apapun kepada pemainnya, kecuali ingin melihat tingkat kebugaran mereka. Sejak awal Robert Alberts memang berniat mengembalikan sentuhan pemain.
Menurut Robert Alberts, memberikan kesempatan kepada pemain melalui gim internal sangat penting, mengingat mereka sudah tak bertanding selama hampir satu tahun setelah kompetisi dihentikan akibat pandemi virus Corona.
Persib Official“Ini pertama kali kami menggelar gim internal. Sayangnya hujan deras berlangsung selama pertandingan. Tapi pemain terlihat menikmati permainan di lapangan, dan memainkan formasi yang berbeda. Kami juga memantau stamina mereka,” jelas Robert Alberts.
“Tapi kami tidak terlalu terburu-buru, karena liga juga masih belum ada kabar. Terpenting di sini kami bisa kembali bersama-sama bermain sepakbola, bersenang-senang, karena ini sudah menjadi profesi dan kehidupan kami.”
Walau begitu, Robert Alberts tetap memperhatian kekurangan di dalam Maung Bandung berkaca dari performa pemain. Penggawa Persib terlihat masih melakukan kesalahan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Tentu saja kami harus berbenah. Kami memperhatikan secara kritis dan analitis soal ini. Jarak antarpemain di kedua tim masih terlalu jauh,” ungkap juru taktik asal Belanda tersebut.
“Pemain seharusnya memainkan lima sampai enam operan di wilayah sendiri untuk menguasai bola, mereka terlalu mudah kehilangan bola, terlalu banyak kesalahan operan. Transisi juga baru terlihat ketika menyerang, tampil masih terlalu lambat ketika kembali ke pertahanan.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!


