LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BEKASI
Pelatih PSM Makassar Robert Rene Albert kecewa terhadap kepemimpinan wasit asal Iran Bonyadifard Mooud yang dinilai mengeluarkan keputusan kontroversial ketika Juku Eja bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Stadion Patriot Bekasi kemarin.
Rene Alberts menuturkan kesalahan wasit ketika menganulir gol Willem Jan Pluim pada menit ke-82. Selang satu menit, Pluim mendapat kartu kuning karena dianggap protes berlebihan. Bahkan Rene Alberts pun diusir keluar oleh wasit, karena melakukan protes keras.
SIMAK JUGA: Teco Bantah Reinaldo Tak Maksimal
“Kalau merujuk pada pertandingan dengan memimpin 2-0 kemudian diakhiri dengan 2-2 tentu kecewa. Namun kekecewaan terbesar adalah wasit yang dibawa dari jauh sana, dari antah berantah, tetap masih di bawah standar,” cetus Rene Alberts.
“Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, yang kita butuhkan adalah VAR [video assistant referee], sistem di mana orang bisa memengaruhi keputusan dengan melihat atau memutar ulang rekaman.”




SIMAK JUGA: Wasit Asing Bikin Kontroversi, Persija & PSM Sama Kuat
“Kekecewaan yang terbesar dan yang terburuk adalah Pluim mendapatkan kartu kuning. Pluim tidak mengatakan sesuatu apapun, tidak pergi ke wasit, tidak melakukan apapun ke wasit, tapi dia dapat kartu kuning.”
Terkait hasil laga, pelatih asal Belanda ini menyebut Juku Eja sudah mendapatkan hasil yang bagus dengan membawa pulang empat angka dari dua laga away.
SIMAK JUGA: Pemain PSM Dirangsang Bonus Khusus
“Secara keseluruhan, saya kira dua tanding away mengumpulkan empat poin itu bagus keseluruhan,” kata Rene Alberts.
“Dugaan saya benar, Persija main habis-habisan untuk dua gol imbang. 20 menit terakhir dua tim habis. Persija tetap punya peluang. Sayangnya gol Pluim dianulir, makanya kami tidak bisa memenangkan laga.” (gk-61)

