Pelatih Filipina U-22 Rob Gier mengaku tidak mudah menunjuk pemain timnas Indonesia U-22 tertentu yang bisa menjadi ancaman bagi tim besutannya ketika saling bentrok pada laga perdana Grup A SEA Games 2023, Sabtu (29/4).
Menurut Gier, Indonesia selalu memiliki pemain berkualitas, baik di level senior maupun junior. Gier berkaca dari pengalamannya sebagai pemain ketika bertemu Indonesia, Filipina selalu mengalami kesulitan.
Gier menyebutkan dua pertandingan semi-final Piala AFF 2010 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Kala itu, Filipina dipaksa bertekuk lutut dengan skor identik 1-0.
“Saya pernah menjadi pemain [timnas], dan menjalani pertandingan fantastis melawan Indonesia. Semi-final Piala AFF 2010 di Indonesia mungkin menjadi pengalaman terbesar dalam karir saya. Selepas itu, kami selalu melalui laga sulit melawan mereka,” tutur Gier kepada jurnalis Goal Indonesia Alvino Hanafi.
“Menurut saya, Indonesia merupakan tim favorit di turnamen ini, dan di sesi jumpa wartawan tadi sudah jelas tentang target mereka. Dengan deretan pemain berkaliber seperti itu, sulit untuk menentukan satu atau dua nama tertentu.”
“Sebab, mereka bisa mengancam dari semua lini, dan menghadirkan masalah buat kami. Jadi itu bergantung kepada kami bagaimana mengatasi ancaman tersebut. Ekspektasi ke timnas Indonesia pasti sangat tinggi. Kami harus turun ke lapangan, dan bersaing.”
Gier pun telah membentuk tim analisis untuk membedah kekuatan setiap lawan yang akan mereka hadapi, termasuk Indonesia. Menurut Gier, pasukannya akan tampil tanpa beban di pertandingan nanti.
“Kami punya tim analisis yang bagus yang sudah bekerja keras untuk merencanakan pertandingan besok. Kami sudah melakukan riset semaksimal mungkin,” ungkap pelatih berusia 42 tahun tersebut.
“Jadi kami tahu tugas yang ada di depan kami, dan kami juga tahu mereka merupakan tim yang melakukan persiapan dengan baik, dan mempunyai pemain luar biasa, serta jajaran pelatih yang berpengalaman. Tapi kami siap menghadapi tantangan itu.”
