Wasit senior Italia, Nicola Rizzoli menyatakan bahwa dua keputusan penalti yang diberikan kepada AC Milan dan AS Roma sebenarnya keliru.
Pekan lalu, muncul perdebatan dalam duel sengit Serie A antara Milan dan Roma yang berakhir imbang 3-3. Saat itu wasit yang bertugas adalah Piero Giacomelli.
Giacomelli memberikan penalti untuk masing-masing tim. Yang pertama untuk Roma pada menit ke-68. Ismael Bennacer dinilai menjatuhkan Pedro yang sedang berupaya menyambar bola muntah di depan gawang.
Lalu pada menit ke-79, ganti Milan yang mendapat penalti. Saat itu wasit menilai Gianluca Mancini melanggar Hakan Calhanoglu.
Menyikapi kontroversi yang ada, Rizzoli yang kini bertugas menunjuk para wasit untuk pertandingan-pertandingan di Serie A, angkat suara.
"Di sinilah [momen kontak Pedro dengan Bennacer] penyerang menciptakan kontak dengan bek dan bukan sebaliknya. Dalam hal ini, VAR tidak diragukan lagi harus ikut campur," buka Rizzoli kepada Sky Sport Italia.
"Sayangnya, ketika ada begitu banyak pemain yang berdebat degan wasit, hal itu mengganggu jalur komunikasi dengan VAR dan membuat wasit lebih sulit untuk mendengar jika ada masalah."
"Ketika kita berbicara tentang dorongan dan tarikan, itu menjadi rumit ketika menggunakan VAR, karena tayangan ulang bisa membuat momennya terlihat lebih serius dari yang sebenarnya. Dalam hal ini, penilaian wasit di lapangan secara real time biasanya lebih akurat."
Lebih lanjut, Rizzoli memberikan pandangannya terkait penalti Milan yang tergolong kontroversial karena kontak yang terjadi antara Mancini dan Calhanoglu begitu minim.
"Itu kontak normal, kedua pemain sama-sama mengejar bola, itu juga bisa memberi alasan bagi VAR untuk melakukan intervensi," tukasnya.




