OLEH HAPPY SUSANTOMantan pemain timnas Inggris Rio Ferdinand menyatakan, insiden pengeboman di Prancis, Jumat (13/11) malam waktu setempat, akan mengubah atmosfir Euro 2016 yang akan berlangsung di Prancis pada tahun depan.
Pada Sabtu (14/11) kemarin, dunia berkabung atas peristiwa mengerikan ini setelah 129 orang dikonfirmasi meninggal dunia akibat aksi terorisme yang terorganisir oleh ISIS, yang sudah menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa ini.
Stade de France menjadi salah satu dari enam lokasi yang menjadi target ISIS setelah seseorang melakukan bom bunuh diri di luar stadion, saat pertandingan uji coba Prancis kontra Jerman yang berakhir kemenangan 2-0 untuk tuan rumah.
Presiden Asosiasi sepakbola Prancis (FFF) Noel Le Gaet mengakui ada kekhawatiran besar mengenai keamanan pada gelaran kompetisi terakbar Eropa pada tahun depan, tapi presiden Euro 2016 Jacques Lambert menyatakan kompetisi akan berlangsung seperti rencana awal. Meski begitu, Ferdinand yakin suasana akan menjadi berbeda akibat tragedi pengeboman tersebut.
"Musim panas mendatang, Prancis akan menjamu Kejuaraan Eropa, tapi itu akan menjadi turnamen yang sangat berbeda. Suka atau tidak, rasa takut akan membuat mereka menjadi tidak ingin pergi," demikian tulis Ferdinand di The Sun.
"Keamanan ketat pastinya akan diperlukan untuk mengembalikan kebebasan dan kesenangan yang ada dalam event-event semacam itu. Saya pernah ke negara-negara dengan gaya hidup masyarakat yang berbeda dengan kami."
"Mereka hidup tanpa tahu apa kekejaman yang mungin menimpa mereka nantinya. Perasaan itu tentu asing buat saya. Tapi, serangan teroris yang terjadi di Tunisia, Mesir, dan sekarang Prancis membuat kami semua mengubah pandangan."
