Riko Simanjuntak mengecam wasit Aidil Azmi yang memimpin pertandingan Persija Jakarta kontra Bali United. Ia menilai pengadil lapangan itu membuat sejumlah keputusan yang merugikan Macan Kemayoran.
Duel Persija kontra Bali United berakhir tanpa pemenang. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (24/9).
Satu di antara keputusan Aidil yang merugikan tidak memberikan penalti untuk Persija. Padahal, Witan Sulaeman ditekel dalam kotak penalti, namun sosok asal Aceh tersebut malah mengasih tendangan bebas.
Selain itu, Riko menyebut Aidil berulang kali membiarkan pelanggaran yang dilakukan Bali United. Keadaan tersebut yang bikin pesepakbola berusia 31 tahun itu meradang.
"Saya sempat berbicara ke wasit beberapa kali [kalau] saya ditarik [dilanggar]. Saya bicara ke wasit, 'kamu lihat tidak, bagaimana kamu memimpin'. Katanya enggak [pelanggaran], kamu cuma jatuh. Saya komplain, saya minta wasit melihat [tayangan ulang]. Katanya, kalau kamu diinjak, kamu enggak bisa jalan bagus, padahal seharusnya wasit itu melindungi pemain," kata Riko.
Riko menjelaskan bukan kali ini Persija dirugikan dengan kepemimpinan wasit. Maka dari itu, ia berharap ke depannya kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Sebagai pemain, kami ada batasan protes. Kalau saya protes keras, saya disanksi. Tapi wasit berlindung di bawah keterbatasan. Ayolah kita sama-sama perbaiki sepakbola Indonesia. Hal-hal kecil, kalau wasit salah [ambil keputusan], itu [pemain] sangat terganggu," ujarnya.
Pernyataan serupa juga diucapkan pelatih Persija Thomas Doll. Pria asal Jerman tersebut sangat heran Aidil tak memberikan penalti saat Witan dilanggar.
"Saya protes ke wasit, mereka hanya senyum. Para pemain di bench juga protes, menanyakan hal yang sama, tapi tidak ditanggapi. Padahal itu penalti. Jelas kami kecewa dengan wasit," ucap Doll.
Doll menyoroti cara Bali United mengulur waktu. Para pemain Serdadu Tridatu acap kali meminta perawatan di pinggir lapangan usai terjadi kontak fisik.
"Lagi-lagi pemain Bali United rebahan dan itu sangat merusak permainan. Wasit juga hanya memberikan waktu tambahan ([njury time] selama 5 menit. Saya tidak mengerti, padahal mereka [Bali United] banyak tidur [tergeletak]."
.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



