Berita Live Scores
Cerezo Osaka

Kisah Si Kembar Riki & Riku Matsuda Di Indonesia Hingga Diminta Ke Tim Nasional

22.57 WIB 23/06/21
20201013_Matsuda
Pengaruh ayah yang menggemari sepakbola menular kepada Matsuda bersaudara, sehingga mereka kini menjadi pemain profesional.

EKSKLUSIF HISASHI ODA        PENYUSUN  DONNY AFRONI  


Nama dua penggawa klub Liga Utama Jepang (J1 League) Cerezo Osaka, Riki dan Riku Matsuda, dalam satu tahun terakhir menyita perhatian publik sepakbola Indonesia setelah ramainya pemain keturunan maupun yang bukan menjalani naturalisasi.

Dalam diri Riki dan Riku memang mengalir darah sang ayah yang berasal dari Jawa. Mereka lahir di Osaka pada 24 Juli 1991 dengan Riki sebagai kakak. Nama mereka makin melambung setelah Riki menyampaikan dirinya dan Riku mempunyai keinginan membela timnas Indonesia.

Media sosial mereka kini dibanjiri peminat sepakbola asal Indonesia yang sering mengirim pesan maupun komentar di akun Instagram layaknya pesohor. Kebanyakan meminta mereka untuk bergabung ke timnas.

“Jumlahnya meningkat sekitar 4.000, mereka semua orang Indonesia. Ketika saya menyematkan tagar bendera Indonesia dan Jepang, dan menyatakan setengah Indonesia, kami langsung diserbu. Jumlah pesan pun berjibun. Saya lalu menerjemahkannya, dan mereka bilang: 'Ayo gabung ke timnas Indonesia' atau 'Apakah kalian bersedia bermain untuk Indonesia'?” ucap Riki kepada jurnalis Goal Jepang Hisashi Oda.

“Pesannya benar-benar luar biasa, dan jumlah followers tiba-tiba mencapai 10 ribu. Kenapa ini bisa bertambah [banyak]?” timpal Riku yang sempat merasa heran dengan situasi itu.

Awal kenal sepakbola

Kembar Matsuda mengungkapkan, awal mula mereka mengenal sepakbola, karena sering diajak main sang ayah ketika sedang liburan musim panas di Indonesia saat masih kanak-kanak. Mereka mendapatkan kegembiraan selama di Pulau Jawa.

“Ayah saya orang Indonesia. Kami biasa pergi ke Indonesia setiap libur musim panas hingga sekolah dasar. Ayah saya bermain untuk sebuah tim. Saya sering melihat dia bertanding, dan bermain bersama dia,” kata Riki.

“Saya mulai tertarik dengan sepakbola saat masih di sekolah dasar. Terkadang saya mendapat pamlflet sekolah sepakbola, dan meminta ibu untuk memasukkan saya ke sana.”

“[Dari Jepang] Kami biasa langsung ke Bali dulu, dan selanjutnya kembali ke Pulau Jawa dengan menggunakan perahu. Saya mulai bermain sepakbola di kelas satu sekolah dasar, dan menjalani pertandingan setiap libur musim panas. Jadi saya tidak bisa pergi ke sana [Bali].”

“Kami tinggal selama satu bulan tiap tahunnya. Kami punya banyak saudara. Kami juga bermain sepakbola bersama teman-teman di pantai Indonesia,” tambah Riku.

Perbedaan gaya bermain Riki dan Riku

Mereka sempat berada di klub berbeda selama delapan tahun sebelum akhirnya bermain di bawah panji yang sama. Minimnya tayangan langsung J1 League di Indonesia membuat aksi kembar Matsuda tidak bisa dilihat banyak penggemar sepakbola di Tanah Air. Mereka kemudian mengungkapkan kelebihan yang ada di diri masing-masing.

“Riku kuat dalam satu lawan satu. Dia dapat bergerak naik-turun, dan melakukan umpan silang dengan baik. Jika dia memiliki peluang, dia mengincar gol. Dia bek yang super agresif. Dia pernah jadi penyerang saat SMP, dan duel dengan dia, itu sangat tidak menyenangkan,” puji Riki.

“Keunggulan dia adalah posturnya yang tinggi. Sundulannya kuat, dan fisinya juga kuat. Jika dia melepaskan umpan silang terukur, penyerang lain hanya tinggal mencetak gol,” balas Riku.

“Saya pernah menjadi gelandang bertahan, bek tengah ketika di SMP, bek tengah saat SM, dan bek sayap di perguruan tinggi. Saya makin ketinggalan.”

Peluang bermain untuk timnas Indonesia

Riki mengutarakan, ia mendapat perkembangan sepabola Indonesia dari rekannya yang memperkuat Jepang di Piala Asia U-19 2019, Hirokazu Ishihara. Penggawa Shonan Bellmare itu menceritakan pengalamannya menghadapi Indonesia di perempat-final di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta yang disaksikan sekitar 70 ribu penonton.

“Saya dengar Indonesia sangat antusias terhadap sepakbola. Saya diberitahu teman waktu di Avispa Fukuoka, Hirozaku, Jepang akan melawan Indonesia. Saya lihat jumlah penontonnya sangat banyak. Sepakbola sepertinya sangat populer, karena stadion berkapasitas 70 ribu sangat penuh,” ucap Riki.

“Kami juga ingin berman untuk Indonesia suatu hari nanti. Terima kasih atas perhatian kepada kami, Matsuda bersaudara, dari Indonesia. Kami rasa situasi Indonesia juga sangat sulit saat ini akibat Corona,” ujar Riki dan Riku.

“Jika ada waktu luang, kami berharap kalian bisa menyaksikan pertandingan J1 League. Kami berharap dukungan untuk Cerezo Osaka dan Matsuda bersaudara.”