OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Kabar duka kembali menghampiri sepakbola Indonesia. Salah satu suporter Persita Tangerang, Banu meninggal dunia akibat dikeroyok saat menyaksikan timnya melawan PSMS Medan di Stadion Mini Cibinong, Rabu (11/10).
Terjadi kericuhan antarsupoter saat duel yang berkesudahan buat kemenangan PSMS dengan skor 1-0. Kedua kelompok pendukung baku hantam sesaat setelah wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Kerusuhan tersebut terjadi karena suporter Persita melempari fans PSMS di tribun timur dengan batu. Merasa terdesak suporter Ayam Kinantan tersebut mengejar para pendukung Persita.
Akibatnya, sejumlah korban berjatuhan sehingga harus dibawa ke rumah sakit karena kerusuhan ini. Di mana Banu termasuk korban yang dilarikan.
"Innaillahi wa innaillahi rojiun telah wafat salah satu suporter Persita-Banu (Lbv Tangsel) semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," tulis Persita dalam Instagram resminya.
"Kami berharap tidak ada lagi korban dan insiden kemarin segera diusut tuntas!! Karena sepakbola adalah hiburan untuk masyarakat dan supporter adalah bagian dari sebuah klub."
"Kami imbau untuk tetap tenang dan jangan sampai terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.Kita harus tetap kompak dan mendoakan yang terbaik untuk para korban atas insiden kemarin."


