Richarlison ingin memutus kontraknya dengan Tottenham Hotspur secepatnya, lapor Globo. Striker itu baru-baru ini diturunkan ke tim U-21 dan sama sekali tidak senang dengan hal tersebut. Penyerang asal Brasil itu ingin bermain hingga Desember untuk klub masa kecilnya, Vasco da Gama, dan menempuh jalur hukum untuk membantunya dalam kasus ini.
Manajer Spurs Roberto De Zerbi memberi sinyal yang sangat menyakitkan dan sarat makna kepada Richarlison yang berusia 29 tahun dengan tidak memberinya slot 'asing' terakhir dalam skuad Premier League, melainkan memberikannya kepada Xavi Simons yang saat ini sedang cedera lutut.
Richarlison diturunkan ke tim U-21 Spurs dan sempat tampak akan hengkang ke mantan klubnya, Everton, pada musim panas ini. Namun, kesepakatan tak pernah tercapai dan alhasil penyerang berusia 29 tahun itu terancam menghadapi setengah musim yang suram.
Vasco bisa menawarkan jalan keluar dan sudah cukup lama bernegosiasi dengan Spurs, tetapi klub London itu mematok harga sekitar 25 juta euro. Klub asal Rio de Janeiro itu saat ini tidak mampu membayar jumlah tersebut.
Opsi peminjaman juga tampaknya tidak memungkinkan, karena Spurs sudah meminjamkan enam pemain ke klub-klub internasional dan dengan demikian telah mencapai batas maksimum menurut aturan FIFA. Pape Matar Sarr dan Guglielmo Vicario dipinjamkan ke Juventus, Radu Dragusin pindah ke Fiorentina, Kota Takai dan Yang Min-hyeok bergabung dengan Sint-Truiden, dan João Souza hijrah ke FC Porto.
Selain itu, bursa transfer Série A ditutup pada 11 September, sehingga tampaknya tidak ada cukup waktu lagi untuk mencapai kesepakatan. Karena itu, Richarlison mengupayakan pemutusan kontrak agar bisa menandatangani kontrak sebagai pemain bebas transfer dengan klub yang ia dukung sejak kecil.
"Kubu sang striker berpendapat bahwa Tottenham tidak bisa mengambil keputusan untuk membuang pemain itu dari tim utama ke U-21," tulis Globo. "Karena itu, para pengacara Richarlison akan mengajukan permohonan ke pengadilan untuk memutus kontraknya dengan Tottenham."
Richarlison, yang kontraknya berlaku hingga pertengahan 2027, berpendapat bahwa Tottenham 'menghalanginya dalam menjalankan profesinya' dan juga akan menggunakan argumen itu di pengadilan. Pemain yang sudah 54 kali membela tim nasional itu sejauh ini telah memainkan 134 pertandingan untuk Spurs dan membukukan 32 gol serta 15 assist.





