Presiden Luis Rubiales mengatakan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) bertekad untuk menyelamatkan musim ini, bahkan jika pelaksanaan kembali pada awal Mei terlihat tidak memungkinkan.
LaLiga, bersama dengan liga-liga top Eropa lainnya, telah mengalami penundaan karena pandemi virus corona dan sudah tidak ada lagi pertandingan yang digelar di kasta tertinggi Spanyol sejak Real Sociedad menang 2-1 atas Eibar pada 10 Maret lalu.
Spanyol menjadi salah satu negara yang paling parah terkena dampak wabah COVID-19, mengalami lebih dari 3000 angka kematian dari lebih 47.000 kasus yang dilaporkan.
Penangguhan kompetisi musim 2019/20 sampai batas waktu yang tidak ditentukan sudah diumumkan pada Senin (23/3) kemarin, sementara di saat bersamaan UEFA mengumumkan bahwa final Liga Champions dan Liga Europa yang sedianya akan berlangsung pada akhir Mei juga dibatalkan.
Rubiales belakangan mengungkapkan jika ada kemungkinan untuk mempepanjang durasi musim ini di luar jadwal yang sudah ada demi memastikan agar seluruh sisa pertandingan kampanye musim ini bisa dimainkan, ketimbang menyudahi lebih awal.
"Prioritasnya adalah menyelesaikan musim," katanya dalam jumpa pers. "Kami tidak bisa sekadar menentukan tim yang terdegradasi. Tim juga harus mengalami promosi dengan cara benar."
"Ada ratusan tim yang menunggu untuk menuntaskan musim ini. Ketika negara pulih, itu akan menjadi momen untuk menuntaskan musim ini."
"Semoga saja saya keliru dan kami bisa kembali bermain pada awal Mei. Saya pikir itu tidak mungkin, tapi saya berharap saya keliru, kami harus memperpanjang kalender musim ini."
"Tujuannya adalah untuk menyelamatkan musim ini. Itulah gagasan kami."
Namun, Rubiales juga mengonfirmasi RFEF akan tetap berhati-hati dalam melakukan pembahasan mengenai potensi kembali bergulirnya LaLiga di tengah kesulitan yang melanda Spanyol.
"Kami sedang mengerjakan setiap skenario yang mungkin dilakukan, namun kami tidak ingin menjadi prediktor. Kami harus sangat berhati-hati dan teliti," lanjut Rubiales.
"Kami mengalami masa yang sangat sulit, dengan banyak kematian. Kami tidak pernah menetapkan batas waktu untuk kembali menggelar liga dan kami tidak akan melakukan itu sekarang."
"Kami percaya tenggat waktu harus berdasarkan kesehatan, integritas dan keselamatan. Terutama ketika negara kembali ke kondisi normal."




