Erick Thohir terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2023–2027, hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Agenda tersebut digelar di Hotel Shangri-La, Kamis (16/2).
Dalam KLB tersebut Erick memperoleh 64 suara. Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu unggul jauh dari pesaing terdekatnya Lanyalla Mahmud Mattalitti yang mengumpulkan 22 suara.
Terpilihnya Erick, disambut positif ketua umum Generasi Zilenial Entrepreneurs (GENZET) Indonesia, Adrian Zakhary. Menurutnya, sosok berumur 52 tahun tersebut sosok yang tepat buat memimpin PSSI.
"Kami sangat antusias atas terpilihnya pak Erick Thohir sebagai ketua umum PSSI. GENZET akan terus bareng Erick Thohir dan saatnya revolusi sepakbola Indonesia dimulai!," Adrian.
GENZET Indonesia sepakat mendukung dan mengawal Erick karena rekam jejak yang oke. Mantan presiden Inter Milan tersebut punya pengalaman di berbagai dunia olahraga termasuk sepakbola.
Selain pernah menjadi presiden Inter Milan, Erick juga memimpin klub sepakbola Amerika, D.C. United dan klub basket NBA Philadelphia 76ers. Di Indonesia, ia diketahui pernah memimpin Satria Muda dan pengurus pusat persatuan bola basket seluruh Indonesia (PP Perbasi) periode 2006-2010.
"Situasi sepakbola Tanah Air yang sudah berat begini harus sat set berbenah. Pak Erick Thohir orang yang tepat untuk memimpin lokomotif percepatan PSSI. Memperkuat liga-liga, baik secara pengelolaan maupun kualitas permainan amat penting."
"Liga bisa menjadi wadah para pemain timnas untuk meningkatkan kualitas. Rekam jejak Erick Thohir jelas akan bisa bekerja membawa angin perubahan dan tentunya membawa timnas lolos ke Piala Dunia 2026!."
Usai terpilih sebagai ketua umum PSSI, Erick tetap rendah hati. Ia sama sekali tidak menunjukkan sikap yang berlebihan dalam menanggapi kemenangannnya.
“Kemenangan adalah ketika kita bisa memastikan bahwa setiap suporter sepakbola bisa pergi menikmati tim kesayangannya, tanpa harus merasa ketakutan. Kemenangan adalah ketika kita bisa mendapatkan talenta jagoan muda terbaik agar Indonesia bisa bersaing di level internasional. Kemenangan adalah ketika kita bisa melihat senyum setiap warga negara Indonesia ketika kita sukses membawa pulang piala.”
