OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Hasil yang sangat mengecewakan didapat dua wakil Indonesia pada matchday perdana Piala AFC 2018, yakni Bali United dan Persija Jakarta.
Lantaran lebih memprioritaskan ajang Piala Presiden 2018. Kedua tim memutuskan untuk melakukan rotasi yang cukup besar, dengan tak menyertakan pemain terbaiknya.
Tak heran bila kemudian Bali dan Persija takluk dengan skor yang cukup telak. Langkah buruk ini pun membuat masyarakat sepakbola Tanah Air makin pesimistis, dengan kans kedua tim untuk lolos dari babak fase grup.
Kita mulai dari Bali United yang secara ironis takluk 3-1 dari wakil Myanmar, Yangon United, di Grup G. Meski bermain di kandang sendiri, Bali yang menurunkan tim lapis keduanya gagal membendung gempuran bertubi Yangon.
Dalam tempo 25 menit Yangon mampu unggul 3-0 melalui Emmanuel Ikechukw dan sepasang gol Sekou Sylla. Bali hanya sanggup membalas satu lewat I Gede Sukadana di pengujung babak pertama. Harapan sempat hadir melalui penalti Kevin Brands, yang sayangnya gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Yangon kini memimpin Grup G, menungguli FLC Thanh Hoa dalam jumlah gol. Wakil Vietnam itu secara mengejutkan sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Global Cebu.
Sementara itu di Grup H, Persija Jakarta yang tak membawa mesin gol-nya, Marko Simic, dihajar Johor Darul Takzim (JDT) lewat skor telak 3-0. Penderitaan Macan Kemayoran dimulai oleh gol Ahmad Bakri di menit 29, Jorge Diaz pada menit 42, dan diakhiri oleh lesatan Safawi Rasid di menit ke-76.
JDT pun jadi pemuncak klasemen sementara Grup H, dengan keunggulan satu gol dari SLNA yang menang 2-0 di markas jagoan Singapura, Tampines Rovers.
Sorotan lain terletak di Grup F, seiring pembantaian yang dilakukan Ceres-Negros FC terhadap Boeug Ket Angkor lewat skor 9-0! Satu dari sembilan gol itu jadi perbincangan karena diciptakan dengan sangat konyol oleh gol bunuh diri Sun Sovannarith di menit ke-58.
Home United menguntit Ceres di posisi kedua klasemen, usai mencuri kemenangan tipis 1-0 atas Shan United, berkat gol semata wayang Song In-Young 15 menit jelang berakhirnya pertandingan.
Beranjak ke wilayah barat, juara bertahan Piala AFC, Al Quwa Al Jawiya, harus puas dengan start yang negatif lantaran ditahan imbang 2-2 oleh Al Jazeera. Malika pun memimpin Grup A berbekal kemenangan telak 4-1 atas Al Suwaiq.
Sedangkan Grup B gagal hasilkan pemenang. Hal itu terjadi lantaran hasil imbang 1-1 yang didapat Al Ahend kala menjamu Al Zawrra dan kacamata yang diperoleh Al Jaish saat bertandang ke markas kampiun Bahrain, Manama.
Terakhir di Grup C, performa heroik Al Ansar sukses hasilkan tiga angka dengan menang 2-0 di markas kampiun Oman, Dhofar FC. Al Ansar memimpin grup, lantaran Al Faisaly dan Al Wahda harus puas dengan hasil imbang 2-2.
