Persib BandungAlvino Hanafi / Goal

'Restart' Liga 1 2020: Bali United & Persib Bandung Paling Siap, Borneo FC Siap Menggebrak


OLEH   ALVINO HANAFI

Jelang bergulirnya kembali Liga 1 2020 pada Oktober mendatang banyak klub peserta dipusingkan dengan minggatnya beberapa pemain asing dan juga pelatih. Perginya beberapa pemain atau pelatih dari klub ditengarai karena tidak mencapai kesepakatan dengan nilai renegosiasi kontrak untuk bekerja kembali di tengah situasi pandemi Covid-19.

Drama pertama terjadi ketika Arema FC gagal membendung sang pelatih kepala, Mario Gomez, yang ingin meninggalkan Arema karena mulai tidak nyaman dengan kebijakan klub di tengah situasi pandemi. Kepergian Gomez dari Arema pun diikuti dua pemain asingnya yakni Jonathan Bauman dan Oh In-kyun.

Setelah Gomez dan Arema, drama berikutnya dialami Borneo FC yang memutuskan untuk pisah dengan Edson Tavares. Berbeda dengan Arema, kepergian Tavares tidak diikuti dengan para pemain asingnya. Malah, Gomez kembali ke pangkuan Borneo, dan mungkin ini adalah skenario terbaik untuk  Pesut Etam .

Pelatih terakhir yang memutuskan untuk berpisah adalah Sérgio Farias dari Persija Jakarta karena alasan keluarga. Uniknya, kepergian Farias ini punya kemiripan dengan Gomez dan Tavares yang di mana ketiganya merupakan pelatih kepala yang baru menukangi tim masing-masing pada awal musim.

Sergio Farias - PersijaMario Sonatha

Dari tiga klub peserta Liga 1 yang ditinggal pelatih kepala, Arema menjadi klub yang harus paling berhati-hati karena Gomez banyak melakukan bongkar pasang pemain saat awal musim. Hampir semua pemain yang masuk ke Arema musim ini merupakan rekomendasi Gomez, termasuk keempat pemain asingnya. Saat Arema ditinggal Gomez sebagai otak utama dalam pembentukan kerangka tim, wajar jika ada kekhawatiran melanda klub yang dijuluki Biru Timur itu.

Hanya saja Arema boleh memiliki harapan lantaran asisten pelatih yang dibawa Gomez, yakni Charis Yulianto, tidak ikut meninggalkan Arema. Charis yang berlisensi A AFC untuk sementara memegang jabatan pelatih kepala Arema sehingga setidaknya, pelatih asal Blitar ini paham akan visi yang diinginkan Gomez ketika membentuk kerangka awal tim pada awal kompetisi.

Sementara bagi Borneo dan Persija yang tidak banyak melakukan perombakan tim di awal musim ini, kekompakan tim akan lebih terjaga dibanding Arema meski mendatangkan pelatih kepala baru nantinya.

Apalagi Borneo yang kembali bereuni dengan Gomez setelah lepas dari Arema. Gomez yang di musim lalu mampu membawa Borneo berada di papan atas selama 12 pekan, diyakini tidak akan beradaptasi lama bersama Pesut Etam yang tak banyak merombak komposisi tim -- utamanya nama lokal -- dari musim lalu.

Mundurnya pelatih kepala dari beberapa klub Liga 1 2020 masih bisa saja terjadi lagi. PSM Makassar yang ramai dirumorkan mengalami masalah finansial dan menjadi tim yang memulai latihan kurang dari sebulan, mesti bersiap dengan kemungkinan ditinggal pelatih kepala, Bojan Hodak.

Hingga saat ini, Bojan belum menampakkan batang hidungnya di Indonesia saat Liga 1 akan bergulir kurang dari sebulan lagi. Kemungkinan Bojan untuk tidak melanjutkan kerja samanya dengan PSM pun cukup besar. Kerugian sangat berarti tentunya bagi PSM apabila ditinggal Bojan yang juga memiliki kemungkinan untuk disusul oleh sejumlah pemain asingnya.

Tak cuma pelatih kepala, pemain asing pun banyak yang mengikuti jejak Bauman dan Inkyun yang memutuskan untuk meninggalkan klub di tengah libur kompetisi akibat pandemi. Selain Arema, Persipura Jayapura dan Persik Kediri menjadi tim yang paling banyak ditinggal pemain asingnya. Mutiara Hitam mesti kehilangan Sylvano Comvalius dan Arthur Cunha, sementara Macan Putih ditinggal Ante Bakmaz dan Nikola Asceric.

Kehilangan Sylvano dan Arthur bagi Persipura, jelas suatu kerugian besar bagi skuat asuhan Jacksen Tiago. Terkhusus Arthur yang bermain di lini belakang, Persipura merupakan satu dari sedikit tim di Liga Indonesia yang punya ketergantungan lebih pada sosok pemain asing di lini belakang. 

Saat Jacksen mampu menghadirkan tiga trofi juara Liga Indonesia untuk Persipura pada 2009, 2011, dan 2013, Persipura selalu dihuni lebih dari dua pemain asing di lini pertahanan (termasuk penjaga gawang).

Arthur Cunha - Persipura & Putra JayaAbi Yazid

Ketergantungan Persipura pada sosok asing di lini belakang bisa dilihat pada pekan ketiga ketika melawan Persebaya (13/3) yang di mana saat itu, Arthur tidak bermain dan Persipura kebobolan tiga gol meski pun pada akhirnya menang.

Sementara bagi Persik, kehilangan Asceric diprediksi akan membuat lini depan Macan Putih tumpul. Pasalnya kepergian Asceric membuat skuad asuhan Budi Sudarsono kehilangan sosok berpengaruh di lini depan.

Dari dua laga yang dimainkan Asceric bersama Persik, ia punya kontribusi satu assist saat Persik bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC (6/3). Kehilangan Asceric yang sejatinya diplot sebagai goal getter , tentu akan memusingkan Budi karena pelapisnya yakni Septian Bagaskara dan Antoni Putro Nugroho yang sempat diplot sebagai penyerang nomor sembilan pada tiga laga awal belum menorehkan satu gol bahkan satu assist pun. Bagas punya prospek, tapi ia pun baru sembuh dari cedera belum lama ini.

Sosok pemain asing penting lainnya yang meninggalkan klub adalah Rafinha (Persela) dan Emmanuel Otti (Madura United). Keduanya telah membuktikan kontribusinya di masing-masing klub pada tiga pekan awal. Rafinha merupakan pemain tersubur Persela sementara Otti adalah raja assist bagi Madura United.

Selain ditinggal Otti, Madura United juga ditinggal oleh dua pemain naturalisasinya yakni Beto Goncalves dan Greg Nwokolo. Kontribusi keduanya di lini depan Madura United sangat terasa pada awal musim ini dengan sumbangan tiga gol dan satu assist dari keduanya.

Emmanuel Oti Essigba - Madura UnitedAditya Wahyu Pratama

Hengkangnya pemain asing dari beberapa klub bisa saja bertambah seperti halnya pelatih kepala. Persija dan Persebaya yang sampai saat ini masih memiliki pemain asing lengkap, juga mesti bersiap dengan kondisi yang dialami Arema, Persipura, Persik, dan beberapa tim yang ditinggal pergi pemain asingnya.

Persija hingga saat ini masih menunggu kepastian Marco Motta untuk bergabung kembali dengan tim. Sempat diragukan bakal kembali, namun Motta kabarnya sudah menetapkan diri untuk tetap melanjutkan kontrak dengan Persija, dan bahkan sudah tiba di Indonesia meski belum nongol dalam latihan.

Persebaya boleh lega hati karena David da Silva sebagai mesin gol utama sudah kembali mengikuti latihan setelah negosiasi pembaharuan kontrak yang alot. Tetap saja, David butuh waktu adaptasi setelah vakum kompetisi selama enam bulan lebih.

Sejauh ini, tim yang mulus tanpa hambatan dan terlihat memiliki kesiapan lebih adalah Persib dan Sang Juara Bertahan, Bali United. Keduanya sudah menggodok para pemainnya selama satu bulan lebih dan masih dihuni dengan komposisi pemain utama yang lengkap seperti awal musim.

Kesiapan Persib dan Bali United menjadikan keduanya perlu diberi perhatian lebih oleh para kontestan lainnya. Apalagi di daftar klasemen sementara, Pangeran Biru dan Serdadu Tridatu berada di posisi teratas.

Pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra atau Teco angkat bicara tentang tim pesaing yang mulai ditinggal pilar pentingnya. Greg yang meninggalkan Madura United pun jadi sorotan pelatih yang menjuarai Liga 1 selama dua musim berturut-turut itu.

Stefano Cugurra - Pelatih TerbaikBali United

"Greg pemain bagus, sudah main di berapa klub di Indonesia. Dia pemain yang sudah lama di Indonesia dan dia dia juga captain team Madura. Saat dia tidak main, pasti menurun kualitas dari Liga 1 karena pemain seperti dia tidak ada," ujar Teco.

"Kami tidak tahu ada masalah di klub lain atau sebelum liga dimulai pun kami tidak tahu siapa yang paling siap. Tapi yang penting Bali United kerja keras di latihan untuk siap pada tanggal 4 Oktober," ujar Teco menambahkan.

Selain Persib dan Bali United, PSIS Semarang yang sudah memulai latihan perdana pada tiga minggu lalu, juga punya potensi bersaing di papan atas Liga 1 2020. Selain komposisi pemain yang masih utuh, PSIS sedang dalam tren positif di dua laga terakhir sebelum kompetisi dihentikan.

Tim lainnya yang patut diberikan perhatian lebih dan punya status tim promosi, Persiraja Banda Aceh. Tim yang untuk sementara berada di posisi ketujuh klasemen itu sudah memastikan keempat pemain asing andalannya masih akan tetap bersama klub yang membesarkan Ismed Sofyan itu.

Selain masih akan bermain dengan komposisi pemain yang lengkap, tren Persiraja pada awal musim Liga 1 2020 pun banyak mengundang decak kagum. Ini karena Persiraja menjadi tim yang belum pernah kebobolan sebelum kompetisi dihentikan sementara pada Maret lalu. Hebatnya lagi, dua raihan nirbobol Persiraja diraih di laga tandang.

Borneo diprediksi mengintip peluang untuk menjadi kuda hitam yang menggebrak dengan keutuhan skuad mereka ditambah kembalinya sosok Gomez. Perlu diingat, Gomez selalu mampu mengatasi situasi di tengah keterbatasan, dan mengasah pemain yang dimiliki. Meski Titus Bonai dan Imanuel Wanggai pergi dengan drama, namun Borneo diharapkan tetap mampu memberikan persaingan ketat di papan atas.

Borneo FC - Liga 1 2020Borneo FC
Iklan
0