Penundaan kompetisi Liga 1 2021/22 menjadi puncak kesabaran dari pelatih kepala PSIS Semarang, Dragan Djukanovic. Pelatih asal Montenegro itu memilih cabut dari Indonesia dan memastikan pisah dengan PSIS.
Informasi ini dirilis oleh PSIS pada Selasa, 10 Agustus, setelah sehari sebelumnya diumumkan bahwa kompetisi Liga 1 mengalami penundaan karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Liga 1 yang awalnya ingin digelar pada 20 Agustus akhirnya ditentukan untuk digelar pada 27 Agustus, sesuai keterangan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Hal ini pun dapat dipahami pihak PSIS.
“Mulai hari ini coach Dragan sudah tidak bersama PSIS. Beliau memilih mengundurkan diri karena ketidakjelasan kompetisi di sini yang berlarut-larut,” ungkap CEO PSIS, Yoyok Sukawi, dalam rilis PSIS melalui laman resmi mereka.
Alvino Hanafi / GoalYoyok menambahkan, bahwa PSIS mendukung keputusan dan berharap karier yang bagus untuknya. “Kami menghormati itu dan selalu mendoakan coach Dragan selalu sukses ke depannya,” tutur sosok yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI itu.
Skuad PSIS sudah kembali berkumpul untuk menatap kompetisi Liga 1 yang semoga benar-benar bakal digelar. Para pemain diharapkan tidak mengalami penurunan psikologis dengan penundaan kompetisi yang kembali terjadi.
Yoyok juga mengumumkan, bahwa tongkat kepelatihan akan kembali dipegang oleh Imran Nahumarury. Pada Piala Menpora 2021 lalu, Imran sempat memimpin PSIS pada masa persiapan dan awal-awal turnamen digelar.
Bagaimana pun, posisi Imran sepertinya tidak akan permanen sebagai pelatih kepala PSIS, karena manajemen siap mencari pengganti Dragan untuk mengisi posisi pelatih kepala, sehingga Imran kembali ke posisinya sebagai direktur teknik.
“Sementara tim dipimpin coach Imran. Nanti kami segera cari pengganti yang sepadan dengan coach Dragan. Mohon doanya dulur-dulur semua semoga dilancarkan,” tutup Yoyok.
PSIS Semarang