Madura United mengumumkan secara resmi telah merekrut Hendro Kartiko, sebagai pelatih penjaga gawang. Sosok berusia 47 tahun tersebut menggantikan posisi Kurnia Sandy.
Hanya saja belum diketahui berapa lama masa bakti Hendro di Madura United. Diharapkan kedatangannya membuat Laskar Sape Kerrab,
“Selamat datang dan bergabung kembali, coach Hendro Kartiko sebagai pelatih penjaga gawang Madura United,” tulis Madura United lewat akun Instagram resmi miliknya.
"Sampai jumpa di lain waktu untuk coach Kurnia Sandy. Semoga sukses selalu, coach," lanjut pernyataan tersebut.
Bekerja di Madura United, bukan pengalaman baru untuk Hendro. Pada 2018 eks Persija Jakarta tersebut pernah mengemban tugas tersebut.
Namun, kebersamaan Hendro dengan Madura United hanya bertahan satu musim. Pria kelahiran Banyuwangi itu, memutuskan hengkang karena mendapat tugas di timnas Indonesia U-22 pada SEA Games 2019.
Hendro hampir saja membawa pulang medali emas ke Tanah Air. Sayang, timnas Indonesia U-22 dikalahkan di Vietnam pada pertandingan final, tiga gol tanpa balas.
Abi Yazid / GoalTugas pertama Hendro, menyiapkan kiper Madura United di Piala Menpora 2021. Ajang tersebut akan diikuti oleh seluruh kesebelasan Liga 1.
Sebelumnya, ada kesebelasan Liga 2 yang diajak berpartisipasi yakni PSMS Medan dan Sriwijaya FC. Namun, setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB), menggelar rapat virtual, kemarin (19/2) malam WIB, kedua klub tersebut tidak jadi ambil bagian.
Perubahan jumlah peserta tersebut membuat babak penyisihan grup yang semula berisi lima klub menjadi tak rata. Ada dua grup yang berisi empat tim, sementara dua lainnya dihuni lima klub.
PSSI dan PT LIB, menjadikan Piala Menpora gambaran bergulirnya kompetisi musim 2021. Ajang tersebut bakal dilaksanakan pada 20 Maret mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Penyelenggaraan Piala Menpora, bakal memengaruhi izin dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), untuk kompetisi musim 2021. Maka dari itu, seluruh pihak yang ambil bagian wajib mengikuti ketentuan berlaku.
Satu di antaranya penonton tidak boleh datang ke stadion. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang masih luas di Indonesia.


