Bek tengah timnas Indonesia, Nurhidayat Haji Haris, sudah bukan lagi pemain dari Bhayangkara Solo FC. Hal tersebut disampaikan chief operating officer (COO) dari Bhayangkara, Sumardji.
Nurhidayat sudah menikmati karier bersama The Guardian sejak 2018, mencatatkan 29 penampilan dalam dua musim. Nurhidayat sendiri disebut sudah punya rencana baru selepas dari Bhayangkara.
Sosok yang pernah membawa timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-22 2019 tersebut berencana untuk bisa membela klub luar negeri. Makanya, Bhayangkara merelakan Nurhidayat untuk pergi.
"Dayat memang sudah menyampaikan langsung ke saya kalau dia mau mencari pengalaman baru di luar negeri," buka Sumardji, yang membenarkan bahwa Nurhidayat tak lagi bersama Bhayangkara.
"Tapi, sampai sekarang saya belum tahu apakah dia sudah mendapatkan klub atau belum. Intinya, saat ini Dayat sudah tidak bersama lagi dengan kami," sambung sosok berkaca mata tersebut.
Sebenarnya bukan kabar baru jika Nurhidayat berencana untuk bermain di luar negeri, karena ia sudah dilirik oleh para agen yang siap membawanya untuk bermain di kompetisi luar Indonesia.
Hal itu sudah sering diberitakan sejak 2019, bahkan ketika Nurhidayat masih membela timnas Indonesia U-19. Sekian banyak tawaran menghampiri pemain asal Makassar tersebut, namun kepentingan timnas membuatnya tetap di Indonesia.
Goal / Farabi FirdausyPada kesempatan kali ini, belum diketahui ke mana Nurhidayat akan menyeberang. Kompetisi Asia menjadi pilihan paling realistis untuk pemain 21 tahun tersebut, seperti Malaysia, atau bahkan Jepang.
Tahun 2019, Nurhidayat pernah mendapat undangan untuk menjalani seleksi di Eropa. Namun, saat itu sedang ada kegiatan dengan timnas Indonesia, dan Indra Sjafri menilai bahwa tidak perlu trial untuk bermain di luar negeri.
"Nah ini problem baru, nanti saya sikapi. Kalau memang dia datang, dan nanti kalau hanya trial ngapain. Tapi kalau memang dia [agen atau klub] berminat, dia [Nurhidayat] tidak perlu trial," ujar Indra pada kala itu, yang masih menjadi pelatih timnas Indonesia U-22.
GoalAda kemungkinan Nurhidayat mengikuti jejak rekannya sesama eks PSM Makassar, Asnawi Mangkualam, yang kini sudah di K League 2 untuk membela Ansan Greeners. Namun, hal tersebut belum bisa dipastikan.
Yang jelas, Nurhidayat mengatakan jika dirinya sangat ingin bisa mencoba karier di Jepang. Terlebih, kondisi sepakbola Indonesia pada 2020 sedang vakum, sehingga banyak pemain yang mencari cara ke luar negeri.
"Liga di Jepang sangat rapi. Liganya lancar, tidak kayak... yah tahu sendiri lah, sering mundur-mundur terus. Kami sebagai pemain tidak tahu mau ngapain. Kalau ada tawaran dari Liga Jepang, saya langsung berangkat," ujar dia pada Desember tahun lalu.
Farabi / Goal

